Home RAGAM Kuliner Gila….Terkuak Skandal Bupati Bogor Bagi-bagi Duit Jelang Pileg

Gila….Terkuak Skandal Bupati Bogor Bagi-bagi Duit Jelang Pileg

0
SHARE
RY saat dipanggil KPK

Rahmat yasinPOROSNEWS.COM – Selain diduga kuat menerima aliran dana Proyek Pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang sebesar Rp 15 Miliar, Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY)  juga  membagi-bagikan sejumlah uang kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), dan Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) sebelum pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) dihelat pada tanggal 9 April 2014 lalu.

Berdasarkan sumber kami yang dapat dipercaya, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut membagi-bagikan duit kepada petugas penyelenggara pemilu (Panwascam dan PPK) masing-masing Rp 500 ribu.

“Jumlah PPK dan Panwascam itu ada 3 orang disetiap kecamatan. Dan tiap orang mendapat Rp 500 ribu,” jelas sumber kami tersebut, Kamis (10/4).

Di setiap kecamatan sendiri, jumlah PPK dan Panwascam berjumlah 6 orang. Dan jika dikalkulasi dalam setiap kecamatan maka jumlah uang yang harus dikeluarkan oleh RY sebanyak Rp 3 juta.

“Sedangkan di Kabupaten terdapat jumlah kecamatan. Silahkan dihitung saja sendiri jumlahnya. Dan itu belum termasuk suap yang diberikan kepada KPUD dan Panwaslu setempat,” tambah sumber kami tersebut.

Dari perhitungan yang dilakukan PorosNews. Com, Bupati RY harus merogok koceh sebesar Rp 120 juta rupiah untuk menjinakkan penyelenggara pemilu setempat.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator kelompok kerja Gerakan Sejuta Relawan Pemantau Pemilu (GSRPP) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Yusfitriadi membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dan aduan dari masyarakat setempat terkait dengan aksi ‘curang’ yang dilakukan Bupati RY tersebut.

“Sudah, kita sudah terima laporan. Dan hingga kini kasus tersebut masih terus diselidiki oleh aparat kepolisian setempat,” katanya saat dihubungi PorosNews secara terpisah.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait jumlah nominal yang dikucurkan Bupati RY untuk menyuap KPUD Kabupaten Bogor dan Panwas Bogor, hingga kini Yus belum menerima laporan dan catatan resmi dari jajaran relawan pemantau pemilu dibawahnya.

“Belum tahu, kita belum tahu berapa persisnya. Nanti kita update infonya,” tutup Yus.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY