Home BUDAYA Berpikir Cerdas dengan Social Media

Berpikir Cerdas dengan Social Media

0
SHARE

POROSNEWS.COM – Berpikir Cerdas dengan Social Media perlu saat ini. Ini soal sikap, jika kita apriori maka berarti kita tak terima kehadiran Social Media. Jika Tidak terima Socmed maka antipati, dan ini akan menjadi manusia aneh.

Baiklah kita mulai bahas apa itu sebenarnya Social Media?
Menurut kakek Wikipedia bahwa definisi yang ada tentang Social Media disimpulkan Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai

“sebuah aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”

Sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi respon dan feed back.
Sejumlah blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk Social Media yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Ingat ini diseluruh dunia. Jika Social Media yang sangat kuat saat ini Facebook dan Twitter, atau YouTube, maka alih teknologi yang canggih dan cepat ini menampung semua bentuk akomodasi masyarakat dunia

Social Media memiliki ciri – ciri yaitu Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet. Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper. Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Perkembangan dari Social Media itu sendiri sebenarnya sudah ada dari 1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik , ataupun mengunggah dan mengunduh

Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem, tahun 1995 lahir situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan penyewaan penyimpanan data – data website agar halaman website tersebut bisa di akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya website – website lain.
1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya pada tahun 1995 sudah ada situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com

1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial.
2002 Berdirinya lahir Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal. Lalu 2003 adanya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga berguna untuk mencari pekerjaan (headhunter online) , sehingga fungsi dari sebuah Social Media makin berkembang.

2003 Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam menggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang user friendly. 2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak. 2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya, karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
2007 Lahirnya Wiser, situs jejaring social pertama sekali diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. Situs ini diharapkan bisa menjadi sebuah direktori online organisasi lingkungan seluruh dunia termasuk pergerakan lingkungan baik dilakukan individu maupun kelompok.

2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.

Pesatnya perkembangan Social Media kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna Social Media bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna Social Media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Maret 2012 jejaring sosial yang baru lagi naik daun di Amerika namanya PINTEREST. Apa itu Pinterset? Pinterest berhasil menggebrak menjadi jejaring sosial berbasis foto pilihan yang kini sedang menjadi buah bibir. Berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat ini, kini bernilai lebih dari USD 200 juta. Padahal hanya memiliki 16 karyawan (Februari 2012).

Lantas siapakah tokoh dibalik mencuatnya Pinterest? Nama tersebut adalah Brian Cohen. Ia adalah investor pertama Pinterest. Brian Cohen memiliki latar belakang di dunia penerbitan dan kini menjabat sebagai founder dan chairman New York Angeles.
Ide Pinterst menurut Brian Cohen berawal dari proyek Silbermann. Proyek ini bekerja pada Cold Brew Labs yang juga menghasilkan aplikasiTote. Tote sendiri adalah sebuah aplikasi yang berisi konten katalog perempuan pertama di perangkat iPhone. Jejaring sosial yang memungkinkan pengguna memajang “papan virtual”online miliknya itu mengalami kenaikan kunjungan yang sangat signifikan.

Buktinya, data dari Alexa.com menunjukan Pinterest saat ini berada di peringkat 16, situs yang paling banyak dikunjungi di Amerika. Ini berarti, Pinterest telah mengalahkan situs kantor berita CNN dan situs berita olahraga ESPN.

Terlepas dari itu semua Antony Mayfield dari iCrossing, menilai Social Media adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, menjadi diri sendiri dalam Social Media adalah alasan mengapa Social Media berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan personal branding.

Banyak perusahaan membangun wadah sosial sendiri yang mencoba untuk menghubungkan blok bangunan tujuh fungsional sekitar merek mereka. . Ini adalah komunitas swasta yang melibatkan orang-orang di sekitar tema yang lebih sempit, seperti di sekitar panggilan tertentu, merek atau hobi, dari wadah media sosial seperti Facebook atau Google+ dan kini Pinterest

Sementara jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, Plurk, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya

di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.
Pun demikian Media Sosial saat ini menjadikan semacam tren jangan sampai merusak justru untuk membangun komunikasi yang baik dan membuka ruang diskusi terbuka juga membuka wadag kritik yang lebih bisa membawa suara baru, suara kebenaran, bukan suara keberpihakan, namun suara yang hakiki dalam ruang imajinasi yang bebas dan kreatif. Soal intevensi lainnya adalah sebuah ekses saja.

Patut dicatat juga tren saat ini kalau orang menginformasikan negatif dan psoitif dengan media sosial maka akan banyak mention yang ikuti, dan bahkan memberikan respon masukan positif negatif adalah soal pandangan bukan sekadar lalu menyikapinya anti bahkan me-remove-nya.

Jika informasi soal ketidakpuasan dalam menempatkan sesuatu tindakan maka hendaknya disikapi dengan jawaban di media sosial lagi, jika bergerak dengan cara tidak cerdas dan melakukan penguburan informasi maka, harus atau perlu belajar management krisis. Menghapus informasi adalah kejahatan dalam soal keterbukaan informasi publik.

Ada dalam management krisis soal komunikasi informasi yang baik, menjawab sikap dengan elegan dan juga bijak dan mendiskusikannya secara arif dan santun.

Kita lihat lagi sumber awal media sosial adalah membangun dasar ideologi dan berpartisipasi satu sama lainnya. Dan marilah kita Berpikir Cerdas dengan Social Media. (berbagai sumber/ampc)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY