Home RAGAM Hiburan Pengamat Sarankan Agar Rhoma “Berkelana” saja

Pengamat Sarankan Agar Rhoma “Berkelana” saja

0

rhoma bergotarPOROSNEWS. COM – Pasca pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) digelar, nama besar raja dangdut Rhoma Irama sayup-sayup kian meredup, bahkan bisa dikatakan nama besarnya mulai  hilang dari konstelasi jagad perpolitikan nasional.

Seniman kawakan sekaligus ulama terkemuka yang dahulu digadang-gadang sebagai calon presiden (capres) PKB tersebut, perlahan namun pasti pesonanya kian memudar. Bahkan kabar teranyar, partai politik nomor 2 dalam pemilu tersebut malah manjagokan ketua umumnya Muhaimin Iskandar (akrab disapa Cak Imin) sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres).

Menanggapi hal tersebut, analis politik Pusat studi sosial dan Politik (Puspol) Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menilai, jika partai politik yang identik dengan ormas Nahdlatul Ulama tersebut hanya menjadikan Profesor Rhoma Irama sebagai magnet untuk menarik dan mendulang perolehan suara partai politik semata.

“Saya mencermati bahwa Rhoma Irama hanya sebagai vote getter alias mesin pendulang suara saja,” kata analis politik yang juga mantan aktivis 98 tersebut saat dihubungi PorosNews. Com, Jakarta, Senin (14/4).

Lebih lanjut Ketua dewan Pembina Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) tersebut menambahkan, jika dirinya menilai ada semacam deal politik yang dibangun antara raja dangdut Profesor Rhoma Irama dengan Ketua Umum DPP PKB tersebut.

Salah satu kesepakatan tersebut misalnya soal distribusi kekuasaan yang akan diberikan PKB kepada pelantun lagu ‘Bedagang’ tersebut sebagai kompensasi atau balas jasa.

“Ada kemungkinan Rhoma memiliki kontrak politik khusus dengan Muhaimin Iskandar soal distribusi kekuasaan. Bisa saja nanti mendapatkan jatah menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Karena jabatan itu yang paling mungkin diduduki Rhoma Irama jika koalisi PKB memenangkan Pemilu Presiden,” tutup Ubed.

Harusnya Rhoma Tetap Bergitar

Di tepi lain, analis politik Pusat Kajian dan Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Aendra Medita menilai, seharusnya Rhoma Irama tidak perlu masuk dalam ranah politik dan tetap fokus pada dunia seni dan dakwah yang digelutinya.

Sebab, dalam ranah politik kontestasi antar partai politik sangat sengit. Dan dalam pertarungan tersebut tentu saja ada pihak yang kalah, dan bahkan dikorbankan.

“Ya, sebaiknya Rhoma fokus sajalan di dunia seni. Sebab di dunia itulah namanya besar dan melambung,” jelas Aendra saat dihubungi terpisah oleh PorosNews. Com.

Ditambahkan Aendra, untuk membangun bangsa Indonesia kedepan tidak mesti semuanya harus dimulai dari ranah politik. Namun pembangunan juga perlu dilakukan melalui basis ekonomi, sosial, dakwah dan kegiatan lain yang mendukung.

“Ya, saya kira hal yang paling logis bagi Rhoma adalah kembali ke dunia seni dan dakwah. Dan tak perlu masuk dalam ranah politis. Dari dunia seni itulah, Rhoma bisa berkontribusi demi kemajuan bangsa,” tutupnya. (PN/JAL)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.