Home EKONOMI Bisnis Bersama Telkom, UKM Bisa!

Bersama Telkom, UKM Bisa!

0
SHARE

telkom UKMPOROSNEWS.COM  – Apakah Anda pelaku UKM? Ingin  omzet Anda meningkat bahkan berlipat jumlahnya?  Ingin mendapat kemudahan mencari dana tambahan untuk usaha Anda? Telkom punya solusinya! Bersama Telkom, Anda bisa!

 

Setelah sukses dengan program Indonesia Digital Entrepreneur (IndiPreneur) yang di launching pada tahun 2013, kini telkom meluncurkan program baru yang serupa namun lebih membumi dan luas, yaitu SME (Smart Medium Enterprice atau Usaha Kecil dan Menengah) Indonesia Bisa, untuk para pelaku Usaha Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia.
Berikut ini rilis Wawancara www.jutaan-ukm.com bersama General Manager Community Divisi Business Service Telkom Ache Zainur Husaini yan kami terima, Rabu, (23/4).
 
Bisa dijelaskan tentang kesusksesan program Indipreneur 2013?
Indipreneur yang dilaunching oleh Direktur Enterprise Business Service Telkom, Bapak Muhammad Awaluddin, di Jakarta,  pada tahun 2013 itu merupakan salah satu upaya telkom memberikan kontrbusi nyata memajukan UKM Indonesia dengan memberikan akses broadband kepada UKM dan seluruh Potensinya untuk berbisnis dan berinteraksi secara online dengan memanfaatkan ICT (information and communication technology) atau teknologi informasi dan komunikasi, sehingga dapat meningkatkan daya saing UKM Indonesia di kancah global.
Penekanan program Indipreneur 2013 lebih kepada awareness dengan menyasar 100 ribu UKM yang dapat memanfaatkan ICT dalam mengembangkan jaringan usaha dan mengelola bisnisnya secara online.
Jadi tujuan program ini, di samping Telkom ingin berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia melalui pengembangan atau memajukan UKM, secara khusus Indipreneur juga melakukan pembekalan kepada para pelaku UKM dengan pengetahuan mengenai implementasi ICT, terutama untuk berbisnis, serta menyediakan layanan solusi bisnis ICT  dengan biaya terjangkau.
Untuk mensosialisasikan program Indipreneur ini, Telkom melakukan roadshow ke 10 kota besar di Indonesia, dengan melakukan seminar, bertemu dengan ratusan UKM dalam bentuk workshop, serta mengundang para panelis dari pakar marketing online.
Di situ diberikan pengertian bahwa ICT bisa menjadi salah satu unsur yang dapat membantu mengembangkan usaha mereka.
Selain itu, kami membuat portal bernama www.smartbis.co.id sebagai salah satu media online yang diperuntukan bagi para pelaku UKM untuk belajar berbisnis secara online. Di portal tersebut para pelaku UKM bisa menampilkan produk-produk mereka sekaligus memasarkannya. Untuk program Indpreneur tahun 2013 ini, UKM yang masuk ke kegiatan directori service portal www.smartbisnis.co.od ini ada sekitar 167 ribu UKM. Sementara menggunakan bisnis solution for communitiy sekitar 15 ribuan.
Jadi, begitulah, pada 2013 Indipreneur berhasil menjaring 100 ribu UKM untuk melek ICT, bahkan melebihi target yaitu 167 ribu UKM.
Jika pada tahun 2013 Indipreneur  lebih menekankan agar para pelaku UKM ini melek ICT, maka 2014 program program Telkom lebih membumi dengan langsung mengadakan akses ke sentra-sentra bisnis sehingga Indipreneur sebagai generic program, maka program turunannya adalah SME (Small Medium Enterprise atau Usaha Kecil dan Menengah) Indonesia Bisa, disingkat SIB. Nah SIB ini kita programkan terjun langsung ke sentra-sentra bisnis di seluruh indonesia. Total yang kita garap ada 100 sentra bisnis di 61 wilayah telekomunikasi di seluruh Indonesia.
 
Lalu, bagaimana tanggapan para pelaku UKM sendiri?
Mereka sangat positif menanggapi program dari Telkom ini. Hal ini terlihat saat kami mengadakan road show, yang pada tahun 2014 ini kami sudah melakukan roadshow di 9 kota besar di Indonesia. Mereka antusias. Mereka tertarik dengan program yang kita tawarkan.
Jadi, program yang kita tawarkan, pertama, memberikan kesempatan yang luas kepada mereka untuk bisa mengakses internet. Untuk itu, Telkom membangun infrastruktur, yakni membangun fiber optik di 100 sentra bisnis di seluruh Indonesia tadi, dilengkapi dengan wi-fi id. Di situ, Telkom menyediakan petugas khusus, sehingga setiap saat para pelaku UKM itu bisa berkonsultasi dengan tentang bagaimana cara pemanfaatan teknologinya.
Di sentra bisnis itu pula Telkom menggelar adakan seminar, talkshow, dan sebagainya, untuk menggali sekaligus menginformasikan program-program serta produk-produk Telkom yang dapat membantu para pelaku UKM tersebut.
Dalam pengelolaan bisnis, UKM mempunyai beberapa masalah. Pertama, akses permodalan. Kedua knowlage pengelolaan bisnis yang sesuai standar pengelolaan dalam arti laporan keuangan. Ketiga, bagaimana mengembangkan pasar supaya omzetnya naik.
Dalam konteks permodalan, bukan berarti telkom menyediakan modal, tapi kita menyediakan aplikasi yang membantu para pelaku UKM untuk membuat laporan keuangan dengan baik serta mengelola bisnisnya dengan baik pula. Dengan laporan keuangan yang baik ini mempermudah mereka untuk mendapat kredit atau modal tambahan ke lembaga-lembaga keuangan. Aplikasi ini bernama Bos Toko.
Aplikasi ini didapat secara cuma-cuma. Mereka tinggal akses ke www.bostoko.com. Di situ mereka bisa mendownload aplikasinya, menjalankan programnya, ketika mereka sudah mengimplementasikan Bos Toko, mereka tetap berbayar, tapi konsepnya pertransaksional. Mereka dikenakan Rp 100 per transaksi.
Mereka tidak perlu lagi mencatat transaksi dan melakukan pembukuan secara khusus, karena karena sudah secara otomatis dibukukan dalam transaskis yang ada di aplikasi. Dengan aplikasi ini mereka bisa mengelola tidak hanya satu toko, tapi banyak toko dalam waktu bersamaan. Yang penting ada akses internet di sana.
Bagaimana cara mengembangkan pemasaran para UKM tersebut? Kita dorong agar mereka masuk ke konsep pemasaran secara online.
 
Apa saja produk-produk yang ditawarkan Telkom dalam program SIB ini?
Telkom menyediakan dukungan bagi UKM untuk dapat memanfaatkan ICT dengan menyediakan berbagai layanan sesuai konsep DNA (Device, Network, dan Aplication).
Device (D): bagi UKM yang memiliki kendala untuk menyediakan berbagai perangkat untuk memanfaatkan ICT, Telkom menyediakan layanan Leasing Device. Device yang dapat disediakan antara lain berupa PC, gadget, handphone, modem, router, dan lain-lain, yang dapat diangsur setiap bulan maksimal selama 1 tahun.
Network (N): Telkom berkomitmen menyediakan layanan broadband Wifi sebagai akses bagi UKM ke Internet di lokasi UKM atau sentra-sentra UKM. Akses broadband dapat diakses menggunakan berbagai perangkat gadget mulai gratis hingga berbayar dengan skema pembayaran yang tidak memberatkan bagi UKM.
Bagi UKM yang menggunakan akses internet untuk aplikasi Telkom, maka akses broadband tidak dikenai biaya. Sementara jika UKM mengakses konten global maka dikenakan skema tarif speedy Instan dengan skema harian (Rp 5.000) ataupun Bulanan (Rp 50.000).
Aplication (A): Selanjutnya Telkom menyediaan layanan portal, aplikasi dan konten yang dapat dimanfaatkan oleh UKM untuk berbagai keperluan dalam mempromosikan perusahaan atau produk, melakukan transaksi online serta berbagai solusi untuk kemudahan pengelolaan bisnis secara online.
Penyediaan aplikasi ini terdiri dari 2 jenis yaitu aplikasi e-Commerce berupa solusi untuk mempromosikan UKM beserta produk yang dimilikinya melalui media online. Layanan ini terdiri dari pertama, penyediaan Platform Directory dan Inventory Service bagi UKM sehingga profile dan produk UKM bisa listing secara online melalui Internet.
Kedua, penyediaan platform portal web atau toko online, yang memungkinkan UKM memiliki website sendiri dan menampilkan produk-produknya. Layanan web builder dan web hosting ini diberikan secara free kepada UKM. Sementara domain name UKM diberikan free selama 1 tahun.
Ketiga, penyediaan platform e-Commerce atau market Place, di mana Telkom menyediakan pasar elektronik yang memungkinkan UKM dapat menampilkan produk-produknya bersama dengan UKM lain. Untuk aplikasi e-Commerce ini, Telkom memberikan pilihan kepada UKM apakah akan melakukan Transaksi secara online atau secara Offline. Jika UKM berminat melakukan transaksi online maka Telkom menyediakan layanan Payment Gateway dengan menjadikan UKM sebagai merchant di payment System.
 
Bagi UKM yang tidak berada di sentra UKM, apakah mereka juga bisa mengikuti progra SIB ini?
Sebenarnya UKM di mana pun bisa mengikuti program SIB ini. Mereka bisa memanfaatkan produk yang ditawarkan oleh Telkom ini. Karena sasaran Telkom adalah seluruh UKM. Menurut data dari Departemen Koperasi, ada 59 juta UKM di Indonesia. Sementara yang akan kita dorong tahun ini, kita targetkan 1 juta UKM. Memang semuanya tidak terkumpul di sentra-sentra bisnis. Tapi, di mana pun mereka, mereka bisa mengikuti program ini dengan berhubungan langsung dengan kantor Witel, wilayah telekomunikasi, Telkom. Di Indonesia ada 61 kantor Witel. Jika mereka membutuhkan, mereka bisa ke kantor tersebut.
Selain di Witel, mereka juga bisa ikut melalui protal www.smartbisnis.co.id atau sosial media Telkom yang berbicara mengenai program-program SIB ini. Jadi boleh lewat pintu masuk mana saja.
 
Apa Harapan Telkom ke depan dengan adanya program SIB ini?
 

UKM itu menyumbang 50 persen lebih bagi pertumbungan perekonomian Indonesia, bahkan menurut data yang dikeluarkan oleh kementerian koperasi sampai 55 persen. Kalau mereka benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dan komuniasi, diperkirakan pertumbuhannya ini bisa lebih dahsyat. (PN/GUS/MD)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY