Home Nasional Daerah Pemkot Surabaya Belum Satu Suara, Soal Penutupan Lokalisasi Gang Dolly

Pemkot Surabaya Belum Satu Suara, Soal Penutupan Lokalisasi Gang Dolly

3028
0
SHARE

POROSNEWS.COM – Wakil walikota Surabaya, Jawa Timur Wisnu Sakti Buana menyayangkan sikap Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang kerap bersuara keras dan lantang untuk segera menutup lokalisasi prostitusi Gang Dolly.

Menurut Ketua DPC PDIP Surabaya tersebut persoalan lokalisasi bukan hanya melibatkan mucikari dengan pekerja seks komersial (PSK) semata, melainkan warga sekitar juga harus dilibatkan untuk menyelesaikan problematika tersebut.

Wisnu berpendapat warga sekitar lokalisasi dianggap masih mempunyai ketergantungan luar biasa dari gang Dolly, khususnya dari segi ekonomi. Sebab sudah puluhan tahun warga di sekitar kawasan itu menggantungkan hidupnya dengan bekerja sebagai tukang cuci pakaian, membuka warung makanan atau toko kelontong.

“Yang pasti warga belum siap kehilangan mata pencahariannya, dan Pemerintah Kota Surabaya perlu membangun komunikasi intensif lagi dengan warga setempat,” ujarnya, Selasa (29/4).

Selama ini, lanjutnya, pemkot hanya berkomunikasi dengan pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari. Padahal, penutupan lokalisasi tidak hanya menyangkut PSK dan mucikari, tetapi juga warga sekitar yang menggantungkan hidupnya dari lokalisasi.

“Beberapa kali saya ke lokasi Dolly, saya mendengar keluhan warga bahwa pemkot tidak pernah mengajak duduk bersama warga. Masalah Dolly kan seharusnya ditangani secara menyeluruh. Ini bukan masalah PSK dan mucikari, ini masalah warga Surabaya,” tutupnya.

Rencananya, lokalisasi tersebut akan ditutup pada 19 Juni mendatang atau tepat sebelum masuk bulan puasa. Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim sepakat memberikan peluang usaha bagi PSK dan mucikari dengan memberikan bekal pelatihan dan modal usaha. Sementara itu, Pemkot Surabaya merencanakan mengubah eks lokalisasi prostitusi Dolly menjadi sentra kegiatan ekonomi atau fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. KCP/Sukmo Lelono.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY