Home Nasional Hukum Ketua DKPP : Terlalu Liberal, Sistem Proporsional Terbuka Harus Segera dievaluasi

Ketua DKPP : Terlalu Liberal, Sistem Proporsional Terbuka Harus Segera dievaluasi

0
SHARE
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

POROSNEWS.COM – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengaku hingga kini pihaknya telah menerima banyak aduan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara pemilu.

Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie mengatakan, banyaknya aduan yang dilayangkan kepada lembaga penegak kode etik penyelenggara pemilu dipicu dari sistem politik Indonesia yang terlalu bebas dan liberal.

“Penyebab banyaknya masalah dalam penyelenggaraan pemilu kali ini adalah dengan suara terbanyak. Sistem ini terlalu liberal. Sehingga sistem pemilu kita perlu dievaluasi,” kata Jimly melalui keterangan pers resmi DKPP yang diterima PorosNews.Com, Jakarta, Kamis (1/5).

Lebih lanjut Jimly menerangkan dalam sistem proporsional terbuka, kontestasi bukan hanya terjadi antar partai politik peserta pemilu. Namun, persaingan sengit justru terjadi antar caleg dalam satu tubuh partai politik.

“Bahkan antar caleg di dalam partai saja musuh-musuhan,” jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Untuk diketahui berdasarkan catatan yang masuk ke biro administrasi DKPP, pengaduan yang masuk selama tiga hari berturut-turut sebagai berikut : Jumlah pengaduan pada Rabu (30/4) hingga pukul 18.30 sebanyak 15 orang. Kemudian pada Selasa (29/4) ada 10 pengaduan dan Senin (28/4) ada 7 laporan pengaduan. Marcopolo.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY