Home DUNIA Hari Pers Se-Dunia, Si Udin Dibunuh Siapa?

Hari Pers Se-Dunia, Si Udin Dibunuh Siapa?

0
SHARE

udinPOROSNEWS.COM  – Berkenaan dengan Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu 3 Mei 2014, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar jumpa pers di halaman Gedung Dewan Pers.

Tidak ada keramaian, wartawan yang hadir pun tidak lebih dari sepuluh orang. Meski begitu, ada beberapa poin penting yang perlu disimak. Acara ini dibuka oleh sambutan Koordinator Divisi Advokasi AJI Indonesia Iman D Nugroho.

“Hari ini AJI Jakarta memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia. Selain di Jakarta, kami juga melaksanakan aksi serupa di 37 kota lain,” kata Iman.

Menurutnya, bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Internasional, AJI kembali mengingatkan akan pentingnya profesionalisme jurnalis dan kebebasan pers. Dan, satu yang utama adalah stop imunitas terhadap jurnalis.

Sementara itu, Ketua Umum AJI Indonesia Eko Maryadi menambahkan, pada peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional yang ke- 20, AJI juga mengajak wartawan Indonesia mulai mengenali, memahami serta memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia. Dia menyayangkan para jurnalis cenderung lebih antusias dalam peringatan Hari Pers Nasional.

“Kami selalu memberitahukan perusahaan media ketika tiba Hari Kebebasan Pers sedunia ini,” katanya.

Molornya pengusutan kasus kematian wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil Udin pada 1996, tidak luput untuk dibicarakan. Setelah 17 tahun, kasus ini belum juga tuntas. Menurutnya, hingga kini belum ada pengusutan yang intensif.

“Oleh sebab itu, perkara akan kedaluarsa. Kami ingin menyadarkan pula bahwa kita sebagai wartawan belum terjamin keselamatannya,” ujar Eko.

Sebelumnya, anggota Dewan Pers, Stanley Adi Prasetyo mengatakan, kasus Udin tidak bisa kedaluarsa. Ini karena Kepolisian belum menemukan pembunuhnya.

“Kapolri Sutarman pernah bilang bahwa kasus Udin ini telah salah sejak awal penyidikan. Namun, kami masih berharap Kepolisan dapat mengusut tuntas kasus Udin,” lanjut Eko.

AJI mengaku meningkatkan usaha untuk membantu polisi dalam menyelesaikan kasus Udin. Langkah konkretnya, AJI bersama PWI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Polri, akan membentuk tim investigasi. Khusus kasus Udin.

“AJI selalu ngotot menyuarakan ketuntasan kasus Udin. Kami menganggap jika kasus Udin ini tuntas, akan menjadi pintu masuk dalam menyelesaikan kasus wartawan yang lain,” kata Eko lagi.

Hari Kebebasan Pers Internasional ditetapkan oleh Unesco PBB pada tahun 1993. Dalam arsip yang dikumpulkan AJI, sejak 1996 telah ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang tidak diusut tuntas oleh polisi.

Ada 3 tema yang dirumuskan Unesco untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional tahun ini. Peran media dalam pembangunan, keselamatan perlindungan hukum bagi jurnalis, dan keberlanjutan dan integritas jurnalisme. (PRAS/VN)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY