Home Nasional Daerah Depan Siswa, Guruh Tusuk Guru Hingga Tewas

Depan Siswa, Guruh Tusuk Guru Hingga Tewas

0
SHARE

tusukPOROSNEWS.COM – Sug, seorang guru sekolah luar biasa (SLB) di Wates, Sabtu (3/5/2014) lalu tega menusuk rekannya, RA hingga korban meninggal dunia. Ironisnya, aksi itu dilakukan Sug di depan siswanya sendiri di ruang kelas.

Aksi Sug diduga karena jengkel dicaci maki dan dituduh menipu oleh korban berinisial RA. Korban tewas di perjalanan menuju rumah sakit setelah mendapat beberapa kali tusukan dari pelaku. Sementara pelaku menyerahkan diri ke Polsek Wates diantar rekan sesama guru SLB.

Petugas mengamankan barang bukti pisau, ponsel tersangka, serta ponsel dan baju korban. Menurut informasi, peristiwa itu terjadi pada pukul 10.30 WIB seusai pelaku melatih siswa SLB bermain jathilan di Desa Triharjo sebagai persiapan Porseni tingkat DIY.

Pelaku mendatangi korban di ruang kelas dan langsung menusuk korban dengan pisau. Korban berusaha melawan dan lari ke luar kelas, namun pelaku terus mengejar dan menusuk korban hingga 25 kali.

Aksi penusukan itu dilihat langsung oleh siswa SLB sehingga mereka berteriak hisiteris. Mendengar teriakan siswa, para guru yang sedang mengajar di kelas lain berlarian keluar, namun tubuh korban sudah tergeletak bersimbah darah di depan ruang kelas.

Korban dilarikan ke rumah sakit, namun jiwanya tidak tertolong. Korban mengalami pendarahan yang hebat akibat luka tusukan di leher, perut, dan tangan.

Menurut Kapolsek Wates Kompol Kodrat, dari keterangan pelaku, diperoleh informasi kasus tersebut berawal dari persoalan jual beli tanah. Pelaku menjual tanah di Pedukuhan Dayakan, Desa Pengasih kepada korban. Pelaku menawarkan tanah seharga Rp 50 juta, korban setuju dan membelinya.

Kemudian korban melakukan proses balik nama tanah. Setelah proses balik nama, korban menyatakan harga tanah Rp 50 juta terlalu mahal. Mestinya, harga tanahnya hanya sekitar Rp 18 juta hingga Rp 20 juta.

Lanjut Kompol Kodrat, sesuai keterangan pelaku, di sekolah korban mencaci maki pelaku dan menuduhnya sudah melakukan penipuan. Korban minta uang kembali serta bunganya, sebab uang itu merupakan pinjaman dari bank.

Masih menurut pelaku, kata Kodrat, korban bahkan mengancam akan membunuh pelaku. Karena jengkel terhadap ancaman itu, akhirnya pelaku nekat menusuk korban.

“Pelaku akan dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau Pasal 338 KUHP ancaman 20 tahun penjara. Petugas mengamankan pula barang bukti pisau, Hp tersangka, Hp korban, dan baju korban,” katanya. (KCM)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY