Home Nasional Hukum Fahri Hamzah: KPK Mudah Diintervensi Asing

Fahri Hamzah: KPK Mudah Diintervensi Asing

0
SHARE

fahri ham3POROSNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi diduga mendapatkan tekanan dari pihak asing untuk menetapkan mantan Ketua BPK Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus keringanan pajak BCA.

“Jadi begini, saya mendapat kabar bahwa Ultahnya yang ke-57 pak Hadi adalah tanggal ketika dipecat oleh Sri Mulyani. Dan 10 tahun kemudian dia akan dikondisikan tersangka tepat hari ultahnya,” ucapnya.

Fahri juga mencurigai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang baru Robert Blake menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi sepuluh hari sebelum Hadi Poernomo ditetapkan jadi tersangka oleh komisi antirasuah itu.

 “Itulah yang saya bilang, kenapa direktur FBI dan Dubes AS ke KPK? dan hal ini juga menimbulkan dugaan KPK mudah diintervensi oleh asing khususnya AS. Seperti apa yang dilakukan Sri Mulyani waktu memecat Hadi Poernomo,” sergahnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sejak tahun 2006 memang telah dibidik Amerika. Hal ini terungkap dari bocornya kawat diplomatik yang diunggah situs wikileaks.org, seperti dikutip Aktual.co, Minggu (4/5).

Dokumen 4 halaman itu mengungkap laporan intelijen Amerika Serikat yang dibuat pada tanggal 29 April 2006 oleh Penasehat Ekonomi Amerika William A. Heidt. Laporan itu dikirim dari kantor kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia 8 hari setelah Hadi dicopot oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai Dirjen Pajak.

Selain dikirimkan ke White House, laporan dengan kode 06JAKARTA5420_a itu juga dikirimkan ke kedutaan besar Amerika di Australia, Central Intelligence Agency (CIA), Kedutaan Besar Amerika di China, Jepang, Korea Selatan dan sejumlah departemen terkait. Setidaknya ada 14 poin yang dimuat dalam laporan itu.

Dimulai dari pencopotan Hadi sebagai Dirjen Pajak tanggal 21 April 2006.

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengganti Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai yang kuat dan korup tanggal 21 April,” seperti dikutip dalam dokumen kawat rahasia.

Amerika menyebut pencopotan Hadi bukti dukungan SBY kepada Sri Mulyani. Pencopotan ini tidak lepas dari keluhan investor Amerika kepada Sri Mulyani. (Pras/Actual)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY