Home EKONOMI Bisnis Jepang Luncurkan Program Investasi Baru di Indonesia

Jepang Luncurkan Program Investasi Baru di Indonesia

0
SHARE

gedungjktPOROSNEWS.COM –  Pemerintah Jepang meluncurkan program baru untuk mempercepat investasi dalam bidang infrastruktur di Indonesia seiring langkah negara tersebut menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur di Asia Tenggara.

Fasilitas yang dirancang oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) bertujuan meminimalisir risiko bagi para investor Jepang yang berupaya membangun infrastruktur lain seperti jalan dan gorong-gorong. Salah satu ganjalan dalam upaya tersebut adalah transaksi bisnis yang dilakukan dengan memakai mata uang rupiah.

Program baru JBIC yang diumumkan oleh kementerian keuangan Jepang pada Sabtu akan membentengi perbankan Jepang dari rugi kurs saat yen ditukar rupiah melalui kreditor lokal.

Langkah itu dikoordinasikan bersama inisiatif terpisah Bank Indonesia dalam menyerap sejumlah risiko pasar devisa–diperburuk lagi dengan tingkat volatilitas ekstrem rupiah dalam beberapa bulan belakangan–bagi perusahaan asing yang bertransaksi menggunakan rupiah.

JBIC tidak mengungkap besaran dana yang dikucurkan atau juga nilai transaksi yang kemungkinan akan difasilitasi program tersebut.

Kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk memindahkan seluruh risiko finansial dari sektor swasta, tapi demi memangkas risiko, mendorong transaksi devisa, dan menambah kemampuan pasar domestik dalam bertransaksi dengan rupiah, demikian keterangan para pejabat pemerintah Jepang.

Program itu diluncurkan seiring upaya produsen otomotif Jepang melakukan diversifikasi di Asia Tenggara yang kini terkonsentrasi di Thailand.

Namun, perusahaan-perusahaan Jepang mengatakan infrastruktur tanah air menghambat kemampuan negeri itu dalam berekspansi. Kemacetan di Jakarta teramat parah sehingga perusahaan Jepang tidak dapat meramalkan lama pengiriman barang dari pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, volatilitas rupiah serta kesulitan dalam menjamin pinjaman rupiah dalam jangka panjang dari perbankan setempat membuat para investor ragu dalam menggelontorkan modal.

Proyek-proyek Jepang terbaru mencakup pembangunan sistem transportasi bawah tanah pertama di Jakarta serta pelabuhan laut Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

Fasilitas finansial baru tersebut adalah bagian dari upaya lebih luas Jepang dalam membantu menciptakan pasar finansial dan mekanisme pembiayaan lebih maju di Asia Tenggara. Program tersebut diumumkan di Kazakhstan pada pertemuan akhir pekan yang melibatkan sejumlah menteri luar negeri dan gubernur bank sentral dari Asean serta wakil dari Jepang, Cina, dan Korea Selatan.(WSJ/AH/PN)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY