Home Nasional Pengamat: Pileg 2014 Cuma Jadi Sarang “Badut” dan “Bandit’

Pengamat: Pileg 2014 Cuma Jadi Sarang “Badut” dan “Bandit’

0
SHARE

caleg tikusPOROSNEWS.COM  – Pemilihan legislatif (Pileg) 2014 menghasilkan anggota DPR “badut” dan “bandit” menyusul dugaan sejumlah calon anggota legislatif (caleg) baru, terpilih karena “berjuang” alias beras, baju dan uang.

Hal itu disampaikan pemerhati pemerintahan, Muchtar Luthfi Andi Mutty dalam sebuah diskusi, di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (7/5). “Sangat memprihatinkan bagi kita semua, ujung pileg ini menghasilkan politisi badut dan bandit,” kata Mutty.

Dia menjelaskan, politisi badut adalah caleg yang maju karena didorong oleh pihak tertentu. “Tipikal politisi ini maju caleg bukan karena percaya mampu menjadi wakil rakyat, tapi ada dalang di belakang mereka,” jelasnya.

Sementara politisi bandit, lanjut dia, terpilih karena membeli suara pada saat pileg. “Di pikiran politisi bandit ini hanya mencari cara kembalikan modal. Akibatnya anggaran pembangunan diakal-akali untuk dikorupsi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Syarif Hidayatullah Abdul Muti mengatakan, partisipasi publik meningkat pada pileg 9 April lalu. Namun, pemilih yang datang karena politik uang yang diberikan caleg.

“Pemilih datang ke TPS (tempat pemungutan suara) hanya karena uang, maka itu partisipasi bisa meningkat,” katanya.

Dia juga menyatakan, pileg sangat bernuansa kapitalistik. “Kekuatan uang begitu dominan. Meski, tidak semua caleg gelontorkan uang. Namun, sebagian besar masih berbasis kekuatan uang. Sekarang ini kalau tidak punya kekuatan finansial, tapi hanya harapkan moral jangan mimpi jadi pejabat publik,” ujarnya.

Dia menambahkan, pileg juga sangat kanibalistik. Pasalnya, sistem pileg dilaksanakan secara proporsional terbuka suara terbanyak. “Antar caleg saling memangsa. Banyak caleg yang mengaku kehilangan suara. Ini bentuk lain kanibalisme politik. Tidak lagi ada yang peduli dengan etika dan keadaban demokrasi,” tukasnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPD La Ode Ida meminta parpol membatalkan caleg terpilih yang motifnya menjadi badut dan bandit. “Kita harus minta parpol menarik atau membatalkan caleg yang terpilih, tapi masuk kategori badut dan bandit. Karena bisa berbahaya. Politisi bandit bisa jadi perampok jika duduk di parlemen,” kata La Ode. (Pras/Bst)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY