Home Nasional Hukum Boediono Klaim Opsi FPJP Century Dilakukan Karena Mendesak

Boediono Klaim Opsi FPJP Century Dilakukan Karena Mendesak

0
SHARE

boediono1POROSNEWS.COM – Mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono mengaku jika Bank Indonesia telah mencairkan fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP), meski Bank Century belum melengkapi dokumen yang disyaratkan BI.

Menurut Boediono, hal itu dilakukan mengingat kondisi mendesak.

Hal tersebut diutarakan Wakil Presiden, Boediono ketika bersaksi pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Bank Century, di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (9/5).

“Rapat pada 20 November 2008 ada pembicaraan dokumen belum lengkap namun FPJP sudah dicairkan BI, apakah dengan ketidaklengkapan dokumen menjadikan FPJP melanggar peraturan Undang-undang?,” tanya Jaksa KPK, Pulung Rindandoro

“Saya kira masalah melanggar atau tidak karena hal yang dilaporkan pada tanggal 20 itu adalah bagaimana memperbaiki dokumentasi saat pencairan. Saya sangat mengerti para pelaksana ini dihadapi situasi mendesak, kalau besok pagi tidak ada (dana) maka bank akan ditutup dan menimbulkan ‘rush’, keadaan memang kritis,” jawab Boediono.

“Apakah diperkenankan untuk mengabaikan ketentuan?” tanya Pulung.

“Tidak dalam posisi itu, tapi situasi mendesak karena dihadapkan pada pilihan apakah bank ditutup kemudian rush atau dokumen dilengkapi kemudian. Saat krisis itu yang paling penting adalah kepercayaan masyarakat,” jawab Boediono.

Dalam surat dakwaan Budi Mulya disebutkan bahwa pencairan FPJP untuk Century berlangsung dalam dua tahap yaitu 14 November 2008 sebesar Rp356,813 miliar selanjutnya pada 17 November 2008 sebesar Rp145,26 miliar dan 18 November 2008 senilai Rp502,703 miliar sehingga totalnya adalah Rp689,394 miliar. Pemberian FPJP itu setelah BI lebih dulu mengubah Peraturan BI Nomor 10/26/PBI/2008 menjadi PBI Nomor 10/30/PBI/2008 sehingga syarat pemberian FPJP cukup dengan rasio kecukupan modal (CAR) positif pada 14 November 2008. (PN- PRAS-004)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY