Home Nasional Gerindra : PDIP Gunakan AKtivis 98 Tolak Pencapresan Prabowo

Gerindra : PDIP Gunakan AKtivis 98 Tolak Pencapresan Prabowo

0
SHARE
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

POROSNEWS.COM – Berbagai cara dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memenangkan Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilu presiden (pilpres) yang akan dihelat pada tanggal 9 Juli mendatang.

Menurut mantan aktivis 98 yang juga politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa, partai politik berlambang banteng dengan moncong putih tersebut telah memanfaatkan sekaligus mencuci otak sebagian aktivis 98 untuk mendukung mati-matian Jokowi sebagai capres PDIP, serta menolak Prabowo Subianto sebagai capres Partai Gerindra.

Sebagian aktivis 98 tersebut kembali membuka persoalan dugaan pelanggaran Hak asasi manusia (HAM) pada masa lalu yang digunakan untuk menyerang Prabowo Subianto. Salah satu aktivis 98 yang gencar menyuarakan hal tesebut adalah Masinton Pasaribu, Ketua Umum Relawan Pengawal Demokrasi (Repdem).

“Masinton ini kan orang PDI-P. Kalau dia memakai kendaraan aktivis 98, itu kan dia partisan,” kata Desmond yang juga salah satu ketua DPP Partai Gerindra dalam sebuah diskusi publik yang digelar di kantor Formappi, Kamis (8/5).

Desmond yang juga aktivis 98 tersebut mengatakan, dia sebenarnya respek terhadap rekan-rekannya sesama aktivis yangs sama-sama berjuang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru. Kendati demikian, dia menyebut rekan-rekannya tersebut telah diperdaya oleh Masinton.

“Itu kalau kawan-kawan yang non-politik berkumpul, saya hormat sama mereka. Tidak politik bahasanya kan? Tapi kalau ada Masinton di situ yang hari ini duduk di DPR menolak pelanggaran HAM, susah bagi saya berkomentar,” ujar Desmond.

Sebelumnya, sekumpulan orang yang mengatasnamakan dirinya aktivis 98 berkumpul di bilangan Cikini, Jakarta. Mereka menolak capres yang memiliki beban di masa lalu seperti bakal capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan bakal capres Partai Golongan Karya, Aburizal Bakrie.

“Kami mendukung orang yang bukan bagian dari rezim Orde Baru. Siapa yang generasi baru? Praktis Jokowi. Aburizal Bakrie bagian rezim Orba, Prabowo juga. Kan praktis pilihan ada pada Jokowi,” kata Masinton.

Masinton sendiri adalah caleg DPR RI asal PDIP di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II. Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang sudah ditetapkan oleh KPU RI beberapa waktu lalu, Masinton dipastikan bakal duduk ke Senayan sebagai seorang legislator. Sebab perolehan suara Masinton di dapil DKI Jakarta II yang meliputi kawasan Jakarta Selatan, jakarta Pusat dan Luar Negeri terbilang cukup. Walhasil, Masinton bakal menjadi wakil rakyat periode 2014-2019. TR/PN/003.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY