Home Nasional Hukum KPK Bidik Agus Marto Soal Pencairan Duit dari Kemenkeu ke Kemenpora

KPK Bidik Agus Marto Soal Pencairan Duit dari Kemenkeu ke Kemenpora

0
SHARE

Agus-MartowardoyoPOROSNEWS.COM – Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo ditanyai penyidik KPK tentang teknis pengucuran dana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait proyek Hambalang. Hal itu dikatakan oleh Agus usai menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi untuk tersangka Mahfud Suroso, di kantor KPK, Selasa (13/5).

“Tentang bagaimana peran dari Kemenpora dan bagaimana peran dari Kemenkeu. Yaitu tentang tanggung jawab administratif terkait penggunaan anggaran ada pada di kementerian administratif,” kata Agus.

Agus menjelaskan Kempora sebagai kementerian teknis bertanggung jawab atas formal substansial pada keuangan negara. Adapun Kemenkeu, kata Agus hanya melakukan verifikasi terkait pembayaran oleh Kempora yang akan dibayar oleh Kemenkeu.

KPK menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi dalam pengadaan sarana dan prasarana terkait pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahragaa Nasional (P3SON) Hambalang. Yakni Mahfud Suroso, Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, perusahaan subkontraktor KSO Adhi Karya dan Wijaya Karya sebagai pelaksana pembangunan Hambalang.

Mahfud diduga melakukan penggelembungan harga dalam pembangunan proyek Hambalang. Akibat perbuatannya, Mahfud dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Seperti diketahui, dari hasil audit investigatif tahap pertama BPK terungkap bahwa Dirut PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso menerima uang muka sebesar Rp 63.300.942.000. Uang tersebut tidak seharusnya diterima dari proyek pembangunan Sekolah Olahraga Nasional, di Hambalang, Jawa Barat.

Tetapi, Mahfud berkilah bahwa penerimaan tersebut adalah uang muka, sebagaimana, dalam kontrak kerja sama. Dan itu, dianggap Mahfud sebagai bagian dari jaminan bahwa mekanikal elektrikal akan dikerjakan oleh perusahaannya.

“Itu (uang Rp 63 miliar) sudah sesuai kontrak. Saya tidak melanggar kontrak sedikitipun. Dan itu sudah disetujui empat pihak, yaitu PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya, manaejemen konsultan perencana dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora),” tegas Mahfud usai menjalani pemeriksaan di KPK, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Mahfud menganggap tudingan terdakwa kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin seputar uang Rp 63 miliar adalah fitnah. Nama Mahfud Suroso sekali disebut dalam kasus Hambalang.  Ia diduga orang dekat Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Sebab, diketahui, istri Anas, Attiyah Laila pernah menjabat sebagai komisioner Dutasari Citralaras.

Selain itu, terdakwa kasus Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin pernah mengungkapkan bahwa uang proyek Hambalang sebesar Rp 100 miliar dari pelaksana proyek Hambalang mengalir ke Anas Urbaningrum melalui Mahfud Suroso. Di mana, uang tersebut, setengahnya digunakan untuk pemenangan sebagai Ketum DPP Partai Demokrat dalam Kongres di Bandung pada Mei 2010. (PN-PRAS/BST)

 

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY