Home Nasional Hukum Sengketa Pilkada, Ratu Atut Mengaku Jadi Korban

Sengketa Pilkada, Ratu Atut Mengaku Jadi Korban

0
SHARE
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

POROSNEWS.COM  – Ratu Atut Chosiyah mengklaim dirinya sebagai korban yang terseret dalam kasus dugaan korupsi pengurusan sengketa pilkada Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan ketika majelis hakim mempertanyakan, apakah ada hal yang ingin dia tanggapi terkait kesaksian advokat Susi Tur Andayani, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (13/5).

“Saya jadi korban,” kata Atut.

Atut menjelaskan, sejak awal ia telah menyarankan Amir Hamzah dan Kasmin, calon Bupati dan Wakil Bupati untuk tidak mengajukan gugatan ke MK, lantaran besarnya selisih perolehan suara. Namun, kata Atut, malah mengajukan per permohonan gugatan.

“Saya pun tidak tahu menahu lagi tentang perkembangangnya. Saudari tahu saya jadi korban,” kata Atut kepada Susi.

Mendengar pernyataan Atut, Susi yang juga terjerat kasus ini mengiyakan sekaligus meminta maaf kepada Gubernur Banten tersebut.

“Iya, korban. Saya minta maaf,” kata Susi.

Atut didakwa bersama-sama dengan Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan menyuap eks Ketua MK Akil Mochtar Rp 1 miliar melalui Susi Tur Andayani, terkait penanganan perkara sengketa pilkada Lebak, Banten.

“Uang diberikan agar Akil Mochtar selaku ketua panel hakim mengabulkan permohonan perkara sengketa pilkada yang diajukan oleh Amir Hamzah-Kasmin sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lebak periode 2013-2018. Serta menetapkan PSU (pemungutan suara ulang) di Lebak,” kata jaksa Edy Hartoyo saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (6/5). (PN-PRAS/BST)

 

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY