Home DUNIA Vietnam Serukan Aksi Unjuk Rasa Benci Tiongkok

Vietnam Serukan Aksi Unjuk Rasa Benci Tiongkok

0
SHARE
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

POROSNEWS.COM – Meskipun sama-sama sebagai negara Komunis, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Vietnam hingga kini masih terlibat perseteruan tajam. Konflik antar kedua negara kian panas, tatkala RRT membangun sebuah kilang minyak di sebuah pulau yang masih disengketakan antara kedua negara tersebut. Akibat pembangunan pengeboran minyak lepas pantai, sebanyak 3.000 penduduk Tiongkok harus diungsikan akibat aksi unjuk rasa berujung kerusuhan yang dilakukan oleh aktivis dan penduduk Vietnam.

Kelompok masyarakat Vietnam menyerukan unjuk rasa membenci Tiongkok (China) lagi di beberapa kota, Minggu nanti (18/5), setelah Beijing menggelar anjungan pengeboran minyak di perairan sengketa Laut China Selatan. Protes-protes anti-China meletus di kota-kota besar dalam hari-hari belakangan ini dan massa membakar pabrik-pabrik milik warga asing.

Satu aliansi 20 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Vietnam yang vokal menyerukan dilakukan protes-protes baru di ibu kota Hanoi, Ho Chi Minh City, di selatan negara itu, dan daerah-daerah lain menentang “aksi-aksi agresif” China, di Laut China Selatan. Akan tetapi mereka mendesak para peserta untuk tetap damai setelah terjadi kerusuhan Selasa dan Rabu.

“Kekerasan itu menciptakan citra buruk demonstrasi patriotik dan rakyat Vietnam; karena itu, aksi itu harus dihentikan,” kata pernyataan yang dikeluarkan di media sosial beberapa waktu lalu.

Aliansi itu terdiri atas organisasi-organisasi anti-pemerintah dan diperkirakan memainkan satu peran dalam memicu protes-protes baru-baru ini. Aksi unjuk rasa tersebut juga menyerang kepada perusahaan-perusahaan asing semisal Perusahaan China, Taiwan, dan Korea.

Aksi penyerangan tersebut dipicu oleh kekesalah penduduk Vietnam dengan ulah RRT yang membangun anjungan pengeboran minyak lepas pantai di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Vietnam. Aksi pembangunan kilang minyak itu dipandang sebagai aksi provokatif dan semakin memperkuat ketegangan antara RRT dengan Tiongkok.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang diperkirakan memiliki cadangan enegi lepas pantai yang besar. Terkait dengan hal tersebut, RRT menunda proyek kerjsama dengan Vietnam dan menunggu hingga situasi politik stabil. (ANT/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY