Home Nasional Amin Rais Dikecam Kelompok Pro Jokowi

Amin Rais Dikecam Kelompok Pro Jokowi

0
SHARE

amien_raisPOROSNEWS.COM  – Pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais yang juga merupakan tim sukses pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta soal perlunya menggunakan spirit Perang Badar dalam pilpres mendatang adalah provokasi yang tak pantas.

Sebab, kontestasi dalam pilpres ini bukanlah perang yang harus ada yang kalah dan terbunuh dan menang lalu pesta dan hura-hura.

Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi-JK, Abdul Kadir Karding merespon pernyataan Amien Rais tersebut dengan bahasa yang diplomatis. Menurutnya, Pilpres ini bukanlah perang, tapi kontestasi untuk cita-cita besar membangun bangsa dan Negara guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Ini adalah fastabiqul khoirot. Jangan menghadap-hadapkan rakyat dengan stetemen provokasi-provokasi yang mengadu domba rakyat,” jelas Karding di Jakarta, Kamis (29/5/2014).

Menurut Karding, tidak seharusnya Amien Rais yang sudah cukup terkenal menjadi tokoh nasional berpikir sectarian dan berbau SARA. Karena harusnya semua pihak dan tokoh bangsa ini bisa menjadi katalisator bagi terciptanya suasana kondusif dalam pilpres 2014 mendatang. Apalagi dalam pemilu kali ini memang hanya ada dua pasangan yang berkompetisi secara ketat.

Karding berharap kompetisi dalam pilpres mendatang berlangsung damai, sejuk dan bersahabat. Pola-pola pendekatan berbau SARA, black campaign dan saling serang baik oleh Capres-Cawapres maupun tim sukses masing-masing harus dijauhi. Hal ini penting agar hasil pilpres mendatang benar-benar bisa menjadi pintu masuk kebangkitan Indonesia karena berasal dari hasil yang damai dan berkualitas.

“Lebih baik capres dan cawapres serta para tim suksesnya untuk mengedepankan visi-misi dan gagasan serta komitmen membangun bangsa. Bukan mengedepankan serangan-serangan dan black campaign yang tak mendidik dan memanaskan suasana pesta demokrasi kita,” pungkasnya.

Halnya demikian, saat muncul gambar Jokowi sedang menjadi imam salat di sebuah mesjid. Bukankah itu pun bagian dari kampanye sara? Lebih baik semua bisa berkaca dan jangan berhenti pada teks melainkan harus lebih dalam memahami konteks ke-Indonesiaan yang plural menjadi kesatuan kokoh yang tak dapat dirontokkan oleh apapun dan siapapun. (PN/OKZ)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY