Home Nasional Hukum Anas Dituding Pertebal Saldo Pribadi Demi Pencapresan

Anas Dituding Pertebal Saldo Pribadi Demi Pencapresan

0
SHARE

 

anas-nazaruddin-615x360POROSNEWS.COM  – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hari ini, Jumat, (30/5) menjalani sidang perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek Hambalang dengan agenda mendengarkan pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum KPK.

Dalam dakwaannya, Anas disebut sebagai salah satu pihak yang menerima gratifikasi berupa satu unit Toyota Harier bernopol B 15 AUD dan Satu unit mobil Vilfire bernopol B 69 AUD.

Di luar itu, masih dalam dakwaan, Anas pun diduga menggunakan uang sebesar Rp478.632.230 untuk survei pemenangan kongres Partai Demokrat 2010 lalu.

 

Anas pun disebut oleh jaksa sebagai orang berpengaruh pasca kemundurannya dari komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun 2005 silam. Pengaruh Anas tersebut tak lepas dari posisi strategis yang disandangnya di Partai Demokrat.

Sehingga, sebut jaksa, Anas kerap mengendalikan sejumlah proyek pemerintah yang didanai dari APBN 2010. Termasuk proyek yang dikerjakan bersama M Nazarudin di Permai Group. Atas dasar itulah, Anas dituding sengaja memasok saldo pribadinya untuk maju dalam pemilihan presiden 2014.

 

Sebelumnya, pengacara Anas, Sadly Hasibuan, menyatakan, surat dakwaan yang disusun tim jaksa KPK menyebutkan bahwa kliennya berambisi mencalonkan diri sebagai presiden sehingga mengumpulkan dana dengan cara-cara yang tidak benar. Dalam surat dakwaan tersebut, menurut dia, Anas didakwa melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Pengacara Anas lainnya, Firman Wijaya, mengatakan bahwa kliennya didakwa menerima uang dalam beberapa tahap. Menurut Fiman, nilai uang yang diduga diterima Anas menurut surat dakwaan sekitar Rp 500 juta, Rp 150 juta, dan Rp 2,5 miliar.

Anas ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang pada Februari 2013. Melalui pengembangan penyidikan kasus ini, KPK menjerat Anas dengan pasal dalam undang-undang pencucian uang. Anas diduga melakukan pencucian uang aktif dan menikmati uang hasil pencucian uang. (PN/PRAS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY