Home Nasional Hukum Tak Lanjuti Laporan Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DKI Jakarta di-DKPP-kan

Tak Lanjuti Laporan Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DKI Jakarta di-DKPP-kan

0
SHARE
Foto : IST, Muhammad Jufri, Anggota Bawaslu DKI Jakarta
Foto : IST, Muhammad Jufri, Anggota Bawaslu DKI Jakarta
Foto : IST, Muhammad Jufri, Anggota Bawaslu DKI Jakarta

POROSNEWS.COM, JAKARTA –  Relawan Partai Gerindra, Jakarta Utara Desah Liestyo mengaku geram dengan sikap dan kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang tidak menindaklanjuti dugaan ‘Money Politic” yang dilakukan caleg partai Gerindra dalam kampanye pada saat pemilu legislatif 2014 lalu. Dugaan adanya Money politic sendiri sudah dilaporkan kepada Bawaslu DKI Jakarta padda tanggal (25/4). Namun, hingga kini kasunya menguap begitu saja.

Hal tersebut terungkap dalam sidang Kode Etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Senin  tanggal 23 Juni 2014. Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie pengadu menuding Bawaslu DKI Jakarta tidak becus bekerja.

“Sudah dilaporkan ke Bawaslu DKI Jakarta, kemudian laporan pengadu dinyatakan tidak terpenuhi syarat formil,” kata Desah dengan nada geram.

Sementara itu, selalu pihak teradu, anggota Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memproses setiap aduan yang diajukan ke Bawaslu DKI jakarta. Ia mengklaim mempelajari semua aduan yang disampaikan peserta pemilu kepada Bawaslu DKI Jakarta. Dan setelah dibahas, Bawaslu DKI Jakarta melimpahkan kasus tersebut kepada Panwaslu.

“Dan hasil kajian, Panwaslu membuat rekomendasi kepada KPU terkait pembukaan kotak suara di TPS yang dinilai adanya penggelembungan suara. Panwaslu pun meneruskan hal tersebut ke Sentra Gakumdu. Namun hasil kajian Sentra gakumdu, laporan perkara partai Gerindra sama sekali tidak memenuhi syarat dan dinilai kadaluwarsa,” kata Jufri di sidang DKPP.

Sebagai pihak teradu dalam sidang tersebut adalah Bawaslu DDKI Jakarta, Muhammad Jufri dam Mimah Susanti. Sedangkan anggota DKPP yang turut hadir dalam sidang tersebut adalah Saut H. Sirait, Anna Erliyana dan Ida Budhiati. (MARC/PN). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY