Home BUDAYA 16 Tahun Tak Ada Kabar, Keluarga Terus Cari Wiji Thukul

16 Tahun Tak Ada Kabar, Keluarga Terus Cari Wiji Thukul

0
Foto : Ist, Wiji Thukul
Foto : Ist, Wiji Thukul

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Meskipun sudah 16 tahun berlalu, hingga kini nasib belasan aktivis pro reformasi  yang hilang dan diculik oleh ABRI pada era Orde Baru, belum jelas keberadaanya, satu diantaranya adalah seniman Wiji Thukul.

Kendatisempat dilanda putus asa dan rasa letih mendera, namun pihak keluarga tak pernah lelah untuk mencari kabar keberadaan Wiji Thukul dan belasan rekannya. Adalah Fitri Nganti anak seniman Wiji Thukul yang setiap hari selalu mencari kabar dan info tentang keberadaan sang ayah. Berbagai cara ia lakukan untuk mendapat secercah informasi atas keberadaan sang ayah, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggelar pertunjukan seni.

“Saya berasal dari keluarga seniman, jadi cenderung melakukan perlawanan melalui dunia seni,” kata Fitri beberapa waktu lalu di Jakarta.

Namun demikian, dalam melakukan atraksi seni Fitri kerap mengaku mendapat ancaman dari pihak-pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Intimidasi itu kerap ia terima baik melalui pesan singkat atau jejaring sosial yang menegaskan agar tidak berbicara mengenai ayahnya yang diduga kuat menjadi korban penculikan di era kekuasaan Presiden Soeharto.

Sekedar informasi, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat sedikitnya adda 23 orang yang dinyatakan hilang pada saat berlangsungnya Tragedi pesta pora kerusuhan Mei pada tahun 1998. Dari jumlah tersebut satu orang ditemukan meninggal atas nama Leonardus Gilang, sembilan orang dibebaskan dan sisanya sebanyak 13 orang hingga kini belum jelas keberadaanya.

Adapun ketigabelas orang tersebut adalah : Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval al-Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin dan Abdun Nasser. (BAS/PN). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.