Home Nasional Pilpres 2014, TNI Kembali Tegaskan Netralitas

Pilpres 2014, TNI Kembali Tegaskan Netralitas

0
SHARE
Foto : Dokumentasi Puspen TNI, Jenderal Moeldoko
Foto : Dokumentasi Puspen TNI, Jenderal Moeldoko
Foto : Dokumentasi Puspen TNI, Jenderal Moeldoko

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Untuk kesekian kalinya Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko menghimbau kepada segenap personel TNI untuk selalu menjaga netralitasnya dalam menghadapi pemilu presiden (pilpres) 2014. Dihadapan 3.000 prajurit  baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang berada di wilayah Yogyakarta, di Hanggar Skadron Pendidikan (Skadik) 101 Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Senin (23Juni), himbauan tersebut kembali diulang oleh Jenderal Moeldoko.

“Para prajurit TNI harus bersikap tenang, karena  purnawirawan tidak dapat mempengaruhi prajurit TNI yang telah bertekad untuk menjaga netralitas.  Jika TNI tidak menjaga netralitas maka ada sebuah resiko politik yang panjang.   TNI tidak mau memiliki beban politik karena kesalahan yang dibuatnya sendiri sebab akan menyulitkan menjadi prajurit professional,” tegas Moeldoko.

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu menambahkan, setelah pensiun dari dunia militer  para purnawirawan tidak memiliki pangkat dan jabatanlagi di jajaran TNI. Mereka kembali menjadi warga sipil biasa dan mempunyai hak untuk berpolitik serta mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

Selain itu, para purnawiranan TNI juga tidak mempunyai garis komando lagi, sehingga mereka tidak bisa mempengaruhi prajurit TNI. Jika Panglima TNI tidak dapat dipengaruhi dan tidak mau dipengaruhi maka seluruh prajurit TNI tidak perlu cemas, sehingga diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak perlu terpengaruh situasi tersebut.

“Dalam negara demokrasi dinamika politik seperti ini jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, kehadiran para purnawirawan untuk berpartisipasi dalam demokrasi adalah wajar dan sah, tidak ada yang bisa melarang karena para purnawirawan mempunyai hak politik sepenuhnya”, tambah Moeldoko.

Masih kata Moeldoko, TNI bertekad untuk menjadi prajurit yang  profesional, lanjutnya,  jika dulu tuntutan profesional berasal dari luar maka sekarang tuntutan tersebut justru dari dalam. TNI ingin menjadi prajurit profesional yaitu prajurit yang dilengkapi alutsistanya(alat utama sistem persenjataan), prajurit yang yang tidak berpolitik praktis, prajurit yang tidak berbisnis tapi prajurit yang memiliki kesejahteraan.

“Sekarang ini kami menuntut seperti itu, jadikan kami prajurit yang profesional.  Jangan hanya dikatakan tidak netral terus, tidak ada prajurit TNI yang tidak netral, untuk itu para prajurit TNI tidak perlu bingung”, tutup panglima TNI.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia serta para pejabat TNI lainnya.(MARC/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY