Home Nasional Hukum IPW : Bentrok Pendukung Capres di Yogja, dipicu Ketidaktegasan Kapolda

IPW : Bentrok Pendukung Capres di Yogja, dipicu Ketidaktegasan Kapolda

0
SHARE
(Foto: IST), Neta S Pane
(Foto: IST), Neta S Pane
(Foto: IST), Neta S Pane

POROSNEWS.COM, JAKARTA –  Indonesia Police Watch (IPW) menilai maraknya aksi kekerasan, berupa penyerangan, benturan antar kelompok pendukung capres  yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipicu dari ketidaktegasan Kapolda DIY dalam menindak pelaku kekerasan di Kota pelajar itu.

Bentrokan yang terjadi antar pendukung capres di Yogyakarta kemarin akibat tidak tegasnya Kapolda dalam mengendalikan Kantimbas didaerahnya. Polisi cenderung membiarkan aksi kekerasan tersebut, sehingga aksi-aksi anarkis terus terjadi,” kata Presidium IPW, Neta S. Pane saat dihubungi PorosNews.COM, Jakarta, Rabu malam (25/6).

Lebih lanjut Neta menjelaskan dengan terus terjadinya bentrokan di Yogyakarta tentu saja semakin membuat resah masyarakat. Belum lagi beredarnya rumor bakal terjadinya kerusuhan akibat kalahnya salah satu pasangan capres-cawapres dalam pemilu presiden (pilpres) tahun ini. Untuk mereduksi keresahan masyarakat maka kedua tim sukses pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK perlu membuat komitmen dihadapan publik, siap menang dan siap kalah.

“Sebagai penanggung jawab keamanan, IPW melihat Polri perlu menggandeng, KPU, Bawaslu, Tim sukses kedua pasang kandidat, lembaga pemantau pemilu untuk hadir dalam forum kesepakatan pilpres damai. Kesepakatan ini menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” tegas Neta.

Masih kata Neta potensi terjadinya benturan dalam pilpres kali ini cukup besar, hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Amien Rais, salah seorang timses Prabowo-Hatta, bahwa pilpres kali ini diibaratkan sebagai Perang Badar. Dengan adanya pernyataan provokatif yang muncul dari salah satu Bapak Reformasi dikhawatirkan akan menimbulkan benih-benih radikalisme antar pendukung capres. Dan bukan tidak mustahil benih-benih tersebut akan tumbuh subur dan meledek menjadi benturan antar pendukung capres dalam pilpres kali ini.

“Selain sikap tegas Polri untuk menjaga Kantibnas, Polri juga harus meningkatkan kepekaan dan antisipasi dini sebelum hal tersebut terjadi,” tutup Neta. (MARC/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY