Home Nasional PKKPI : Waspadai Intervensi AS Dalam Pilpres 2014

PKKPI : Waspadai Intervensi AS Dalam Pilpres 2014

0
SHARE
Foto : Ist, Prabowo Subianto
Foto : Ist, Prabowo Subianto
Foto : Ist, Prabowo Subianto

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Analis Politik Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Aendra Medita menilai negara Adidaya Amerika Serikat (AS) memiliki agenda terselubung dalam pemilu presiden (pilpres) 2014. Kecurigaan yang disampaikan Aendra bukan tanpa alasan, mengingat adanya permintaan mendadak dari Duta Besar AS untuk RI, Robert O Blake agar kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada masa lampau segera diungkap.

“Sangat jelas sekali, saya melihat hal ini sebagai salah satu bentuk intervensi yang dilakukan oleh negara adidaya tersebut. Kalau mau membongkar kejahatan HAM, kenapa hanya terbatas pada kasus kerusuhan tahun 1998. Kalau mau bongkar saja semua kasus kejahatan HAM ditanah air,” kata Aendra saat dihubungi PorosNews.Com, Jakarta, Rabu (25/6).

Lebih lanjut Aendra menilai sikap Dubes AS yang hendak membongkar pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1990-an sama saja dengan menyudutkan capres Prabowo Subianto yang maju bertarung dalam pilpres 2014 kali ini.

Ia menilai, bahwa sosok Prabowo adalah seorang prajurit Sapta Margais yang memegang tinggi sumpah prajurit dan mencintai tanah air demikian tinggi. Sikap Prabowo yang demikian itulah yang menjadikan negeri Paman Sam menjadi takut dan khawatir. Terlebih negeri Paman Sam tersebut mempunyai kepentingan strategis di tanah air.

“Salah satunya adalah soal keberadaan PT. Freeport di Papua. Bukan tidak mungkin jika Prabowo terpilih, maka dirinya akan melakukan nasionalisasi asset. Nah hal semacam inilah yang ditakuti pemerintah Amerika,” tutup Direktur Eksekutif Citra Survei Indonesia (CSI) tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dubes AS untuk RI mengirimkan surat elektronik kepada Wall Street Journal. Dalam email itu ia meminta kepada pemerintah Indonesia untuk segera mengungkap pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1990-an. (PN/MARC).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY