Home Nasional Daerah 34 Imigran Asal Iran Terdampar di Pangandaran

34 Imigran Asal Iran Terdampar di Pangandaran

0
Foto: Indopos
Foto: Indopos
Foto: Indopos

POROSNEWS.COM – Sebanyak 34 imigran gelap asal Iran, Nepal dan Bangladesh berlabuh di Pantai Barat Pangandaran Kabupaten Pangandaran Rabu (5/2) malam. Mereka menggunakan kapal berbentuk kapsul berwarna orange. Setelah berlabuh di Pangandaran, 34 imigran itu ditahan. Sebanyak 26 ditahan di Mapolsek Pangandaran dan sisaya di Markas TNI AL Pangandaran.

Kini mereka ditangani Koramil Pangandaran, Angkatan Laut dan Polair Pangandaran. Ojat, 39, warga Bulak Laut Pantai Barat Pangandaran mengatakan masyarakat melihat sekoci mirip kapsul berwarna orange berlabuh ke pinggir pantai. Ternyata kapal tersebut berisi imigran gelap. Warga pun melaporkannya ke polisi. Aras, 34, imigran berkewarganegaraan Iran mengaku bersama imigran lainnya sudah hampir sampai di Pulai Cristhmas tetapi tertangkap Kepolisian Australia.

Setelah itu, dia bersama imigran lainnya langsung dimasukan ke dalam sekoci. “Kita dimasukan ke dalam sekoci semuanya ada 34 Orang diseret oleh Kapal Australia dan akhirnya mendarat di sini (Pangandaran, Red),” tuturnya. Lanjut Aras, para imigran mendapatkan penyiksaan dari polisi Australia. Bahkan ada dua temannya yang meninggal dunia karena berkelahi dengan polisi Australia.

“Polisi Australia kejam. Teman kami juga ada yang meninggal dua orang karena berkelahi,” sambungnya. M Alom (26), imigran asal Bangladesh mengatakan rombongan imigran berangkat dari perairan Australia sekitar pukul 06.30 waktu setempat menggunakan sekoci mirip kapsul berwarna orange itu. Selama dalam perjalanan di dalam sekoci itu, mereka tidak disediakan makanan hingga sampai ke Pantai Pangandaran.

Menurut pengakuan imigran asal Banglades bernama Alom, 23, rombongannya berangkat dari Bogor untuk berlayar menuju Pulau Christmas, 29 Januari 2014. Setibanya di sana, kapal yang ditumpangi dari Indonesia dihancurkan. “Menurut pengakuan imigran di Pulau Cristmas mereka dikumpulkan dan menunggu sampai lima hari baru kemudian dibawa ke kapal perang dan dimasukan ke kapal sekoci di tengah laut,” katanya.

Dikatakanya, ada sekitar 18 kapal sekoci serupa yang masih ada di Pulau Christmas. “Menurut pengakuan dia masih banyak kapal sejenis di sana. Mereka katanya dinaikin ke kapal besar seperti kapal perang lalu di tengah lautan dialihkan ke kapal sekoci. Hanya dikasih peta kemudian setir kemudi kapal diikat,” tuturnya. (PRAS/indopos)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.