Home Nasional Hukum Kopaja Demo Jokowi di KPK

Kopaja Demo Jokowi di KPK

0
SHARE

jokokpkPOROSNEWS.COM – Capres nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) menjalani proses laporan harta kekayannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/6). Namun di saat yang sama, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Pemuda Jakarta (Kopaja) dari elemen mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menuntut agar KPK menangkap Jokowi.

Aksi mahasiswa ini menuntut agar Joko Widodo ditangkap karena telah melakukan berbagai kasus korupsi di Pemprov DKI Jakarta. Diantara kasus korupsi yang dilakukan gubernur DKI non aktif ini adalah penyelenggaraan dana bantuan operasi pendidikan dan pengadaan busway serta minibus.

“Ketentuan BOP sangat tidak efektif, jumlahnya mencapai Rp6,05 miliar. Selain itu pengadaan busway dan minibus juga tidak sesuai dengan pengadaan barang dan jasa yang mencapai Rp 118,40 miliar,” kata koordinator aksi, Abi Subhan di pelataran KPK, Kamis (26/6).

Menurut Abi, akibat korupsi tersebut membuat  Pemprov DKI Jakarta mendapatkan status opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Padahal pada tahun 2012, Pemprov DKI mendapat status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Dalam laporan anggaran 2013 BPK sendiri mengungkap 86 temuan senilai Rp 1,54 triliun sehingga daerah merugi sampai sebesar Rp 85,36 miliar. Kemana uang itu sekarang?,” ujar Abi.

Seperti yang telah diberitakan, Joko Widodo disebut-sebut terlibat dalam kasus Pengadaan Barang dan Jasa Busway serta Minibus yang menghilangkan anggaran APBD sebesar 57,33 Miliar periode 2009-2013 kala ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“KPK harus berani menangkap dan mengusut Capres Jokowi terkait hasil audit BPK terhadap APBD DKI 2013,” papar Abi.

Hingga berita ini diturunkan pukul 13.40 wib, puluhan mahasiswa tersebut masih melakukan aksinya di depan Gedung KPK. Para mahasiswa tersebut beraksi dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan Tangkap Jokowi di depan Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan sehingga membuat arus lalulintas agak tersendat. (PRAS/Harbit)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY