Home Nasional Daerah Gawat, Indonesia Kekurangan 8.000 Dokter Hewan

Gawat, Indonesia Kekurangan 8.000 Dokter Hewan

0
SHARE
Dokter Hewan, Foto : Ist,
Dokter Hewan, Foto : Ist,
Dokter Hewan, Foto : Ist,

POROSNEWS.COM, YOGYAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Joko Prastowo mengatakan, hingga kini bangsa Indonesia masih mengalami kekurangan dokter hewan. Sebab, jumlah dokter hewan yang ada, dianggap kurang dengan kebutuhan riil dilapangan.

“Saat ini jumlah dokter hewan di Indonesia tidak lebih dari 12 ribu orang, sedangkan kebutuhan terhadap profesi tersebut mencapai 20 ribu orang. Jadi, jumlahnya masih kurang sekitar 8.000 orang,” kata Joko di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Padahal, kata dia, tingkat kebutuhan terhadap profesi dokter hewan sangat tinggi di berbagai lini. Ada 38 bidang yang membutuhkan profesi tersebut di antaranya bidang teknologi pangan, kesejahteraan hewan, karantina, pengajaran, riset, pemasaran, publikasi, dan ekonomi. Namud demikian meski sudah satu abad berjalan, perkembangan dan pertumbuhan dokter hewab tidak cepat.

Ia mengatakan hingga saat ini ada 10 perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dokter hewan di Indonesia. Namun, 10 perguruan tinggi tersebut belum mampu meluluskan dokter hewan dalam jumlah yang banyak setiap tahun.

“Untuk Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) saja sejak 68 tahun lalu sampai sekarang baru meluluskan total 4.342 dokter hewan,” katanya.

Menurut dia, dokter hewan harus selalu berjiwa “long life learner”. Hal itu dilakukan dengan terus meng-“update” ilmu dan keterampilan melalui berbagai pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. “Hal itu penting karena dalam beberapa tahun terakhir bermunculan penyakit zoonosis baru seperti MERS-CoV, Avian Influenza H5N1, H7N9, dan H10N8,” tutupnya. (ANT/PN). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY