Home Nasional Daerah Satpol PP dan Bawaslu Tak Berdaya Hadapi Partai Politik

Satpol PP dan Bawaslu Tak Berdaya Hadapi Partai Politik

0
SHARE
Satuan Polisi Pamong Praja, Foto : Ist
Satuan Polisi Pamong Praja, Foto : Ist
Satuan Polisi Pamong Praja, Foto : Ist

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Lagi untuk kesekian kalinya sikap partai politik membuat geram banyak pihak. Kali ini salah satu lembaga inti dari demokrasi memasang spanduk-spanduk kampanye pemilu presiden (pilpres) di kawasan White Area yang terbentang di sepanjang jalan Sudirman, Kuningan hingga Thamrin. Partai politik sendiri sejatinya sudah mengetahui jika dikawasan White Area tersebut harus steril dan bebas dari segala atribut kampanye.

Namun demikian, meski Pemerintah Provinsi (Pempov) DKI jakarta mempunyai aparat satuan polisi pamong praja (Satpol) PP tetap saja tidak berdaya. Sebab satpol PP sendiri berdalih untuk menurunkan ratusan atribut dan spanduk tersebut, pihaknya harus mendapat perintah dari Badan Pengawas Pemilu setempat.

“Kami nggak punya wewenang untuk menurunkan atribut kampanye. Karena sudah masuk dalam ranah aturan pemilu,” kata Kukuh Hadi Santoso di Balaikota, Sabtu, 28 Juni 2014.

Lebih lanjut Kukuh menjelaskan, sebagai lembaga pengawas penyelenggara pemilu, Bawaslu adalah pihak yang paling berwenang untuk menurunkan sekaligus membersihkan kawasan White Area dari maraknya spanduk-spanduk pilpres. Bila Bawaslu DKI Jakarta memerintahkan Satpol PP DKI untuk menurunkan, maka mereka akan mengikuti perintah Bawaslu DKI Jakarta.

“Sebenarnya yang berhak menurunkan atribut kampanye di kawasan white area itu adalah Bawaslu. Kita hanya diminta untuk melakukan penurunan. Jadi kalau ada perintah dari Bawaslu kepada Satpol PP untuk menurunkan, ya kami lakukan. Kalau tidak ada perintah dari Bawaslu, ya kita tidak akan turunkan,” tutupnya.

Sekedar informasi, pemilu presiden (pilpres) sendiri dilaksanakan pada tanggal 9 Juli mendatang dengan dua pasangan kandidat capres-cawapres. Prabowo Subianto-hatta Rajasa, da Joko Widodo-Jusuf Kalla. (BAS/PN). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY