Home Nasional Hukum Meski Divonis Seumur Hidup, Akil Tetap Tidak Jera

Meski Divonis Seumur Hidup, Akil Tetap Tidak Jera

0
SHARE
Akil Mochtar, Mantan Ketua MK,
Akil Mochtar, Mantan Ketua MK,
Akil Mochtar, Mantan Ketua MK,

POROSNEWS.COM, JAKARTA –  Meski divonis seumur hidup oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), namun mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar masih saja tidak menyesali perbuatan dirinya yang menerima suap dalam penyelesaian sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Engga, engga menyesal,” kata Akil dengan singkat seusai mendengarkan keputusan hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 1 Juli 2014.

Lebih lanjut mantan anggota Komisi II DPR RI asal Fraksi Partai Golkar itu malah menuding bahwa vonis yang dijatuhkan hakim kepada dirinya sudah direncanakan terlebih dahulu. Dan hal tersebut merupakan bagian dari konspirasi besar untuk menyingkirkan dirinya.

“Ini sudah deal. Yang jelas emang balas dendam. Ya sudah fukus sajalan dengan banding,” tutup Akil.

Sekedar informasi, majelis hakim Tipikor menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Akil Mochtar, terkait penerimaan suap selama menangani sengketa pemilukada di MK.

Setidaknya ada beberapa sengketa pemilukada yang ditangani Akil. Dan dalam menangani sengketa pemilukada tersebut, Akil mendapat jatah dan suap dari pihak pemohon diantaranya : Sengketa pemilukada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Akil mendapat Rp 3 Miliar dari Bupati Terpilih Gunung Mas, Hambit Bintih.

Kemudian dalam sengketa pemilukada Lebak, Banten, Akil mendapat uang sebesar Rp 1 Miliar dari calon Bupati Lebak, Amir Hamzah. Uang tersebut diberikan oleh Susi Tur Andayani yang juga sebagai pengacara dan bekas anak buah Akil. Uang tersebut diperoleh dari Tubagus Chaeri Wardana (TCW) yang merupakan adik kandung Gubernur Banten, Atut Chosiyah.

Selanjutnya dalam sengketa pemilukada kota Palembang, Akil dinilai menerima uang sebesar Rp 19, 87 miliar melalui Muhtar Ependy yang diberikan calon walikota Palembang, Romy Herton melalui rekening CV Ratu Sejagat.  Selain itu, Akil juga menerima uang Rp 15, 5 miliar dalam sengketa pemilukada Kabupaten Empat Lawang. Uang tersebut diberikan oleh Bupati Petanaha, Budi Antoni Al-Jufri. (BAS/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY