Home RAGAM Salat, Cara Mengingat Tuhan Paling Utama

Salat, Cara Mengingat Tuhan Paling Utama

0
SHARE

salatPOROSNEWS.com – Salat adalah tiang agama, perwujudan iman, wujud syukur, mencegah perbuatan keji dan mungkar serta mendatankan cahaya juga kebahagiaan. Salat merupakan dzikir (mengingat Allah SWT) yang terbesar, terdahsyat dan terpenting. 

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah Salat. Sesungguhnya Salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut:45).
Yang dimaksud “mengingat Allah itu adalah lebih besar” adalah salat itu ibadah yang paling utama dibanding dengan ibadah yang lain. Karena itu, hendaklah setiap muslim mengerjakan salat dengan sebaik-baiknya. (Tafsir Qurtubi).
Saat seorang muslim melaksanakan salat, maka ia dituntun untuk senantiasa mengingat Allah SWT. Dengan mengingat larangan dan perintah Allah SWT merupakan akar dari segala kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Salah satu tujuan salat, selain sebagai kewajiban dan kebutuhan setiap muslim, adalah mengingat Allah SWT.
“Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Salat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha:14).
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiqun: 9).
Salat adalah perwujudan keyakinan (iman) dan menjadi bukti ketergantung kita kepada nikmat Allah. Salat juga akan mendatangkan cahaya dan kebahagiaan.
“Barangsiapa yang memelihara salat, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari Kiamat, dan barangsiapa yang tidak memeliharanya, ia tidak akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan tidak pula keselamatan. Dan ia pada hari Kiamat bersama Karun, Firaun, Haman, dan Ubai bin Khalaf” (HR Ahmad dan Tabrani dari Abdullah bin Umar). Dikutip dari Dompetduafa. (Pras/Bhkti)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY