Home Nasional Daerah Datangi Bawaslu, Fahri Tegaskan Dirinya Tidak Anti Pesantren

Datangi Bawaslu, Fahri Tegaskan Dirinya Tidak Anti Pesantren

0
SHARE
Fahri Hamzah, Politisi PKS, Foto : Ist
Fahri Hamzah, Politisi PKS, Foto : Ist
Fahri Hamzah, Politisi PKS, Foto : Ist

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Fahri dipanggil lembaga pemngawas penyelenggata pemilu tersebut untuk menjelaskan penggunaan kata “Sinting” dalam akun twitternya @fahrihamzah yang dianggap melecehkan capres Joko Widodo.

Dalam kesempatan  tersebut Fahri menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menghina kaum santri sebagaimana ditudingkan oleh Kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sebab dirinya adalah bagian dari kaum santri tersebut.

“Bagaimana saya santri dan pendiri pesantren antisantri dan anti pesantren? Sebanyak 82 kata (karakter) yang saya tulis untuk merespons janji salah seorang capres yang saya tidak mau sebut namanya. Tapi ucapan saya dipolitisasi dan diputar seolah-olah saya anti santri, anti pesantren, dan anti-Jokowi,” katanya usai diperiksa Bawaslu, Kamis, 3 Juli 2014.

Diberitakan sebelumnya Tim advokasi komite pemenangan Jokowi-JK melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Fahri melalui akun twitter @fahrihamzah. Fahri diduga melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Jokowi.

“Pada Kamis 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40, Fahri Hamzah melalui akun twitternya@fahrihamzah menulis, Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!,” kata ketua komite advokasi, Mixil Mina Munir.

Menurut Mixil, Fahri menyebut Jokowi ‘Sinting’ lantaran akan menjadikan 1 Muharam dalam tahun islam sebagai hari Santri Nasional. Padahal rencana Jokowi menjadikan 1 Muharam sebagai hari Santri Nasional mendapat respons positif dari kalangan ulama dan santri.  (REP/PN). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY