Home Nasional Daerah Mega Tegaskan Tidak Pernah Perintahkan Kader Segel Kantor TV One

Mega Tegaskan Tidak Pernah Perintahkan Kader Segel Kantor TV One

0
SHARE
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri

POROSNEWS.COM, SEMARANG – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku tidak pernah memerintahkan kadernya diberbagai wilayah dan tempat untuk menyerang dan melakukan penyegelan kepada kantor TV One. Atas dasr itu Mega meminta kepada segenap pendukungnya untuk tetap bersikap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“PDIP sebagai partai politik tidak akan pernah melakukan tindak kekerasan dan selama saya menjadi Ketua Umum tidak pernah  menginstruksikan kader untuk melakukan kekrasan,” kata Mega di Semarang, Jawa Tengah, dalam acara konsolidasi Siaga 1 PDIP untuk Jokowi-JK, pada Kamis, 3 Juli 2014.

Lebih lanjut mantan Presiden RI kelima itu kembali menegaskan, sebagai media massa seharunsnya TV One bersikap arif dan mendidik. Namun hal yang terjadi justru sebaliknya, stasiun televisi milik Ketua Umum DPP Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie itu malah menayangkan berita provokatif dan menuding bahwa PDIP banyak diisi oleh kader-kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Saya selalu katakan bahwa media, baik elektronik maupun cetak itu harus memberikan hal yang positif, karena kalau tidak akan membuat bagian dari masyarakat terprovokasi,” sambung Mega.

Masih kata Mega, hingga kini pihaknya sudah mengirimkan protes keras kepada pihak TV One. Mega juga menegaskan, sampai saat ini PDIP masih menganut ideologi Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa. Asas pancasila tetap menjadi pegangan PDIP, sejak PDIP berdiri hingga sekrang asas tersebut tetap tidak berubah dan terus menjadi pegangan kader dan partai.

“Kami sudah mengirimkan surat protes kami ke TV One. Protes ini dikarenakan berita yang ditayangkan TV One sangat tendensius,” tutup Mega.

Diberitakan sebelumnya, puluhan massa PDIP menyegel kantor TV One yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan di DKI Jakarta. Puluhan massa tersebut geram dengan pemberitaan yang mengatakan bahwa PDIP adalah partai penampung mantan kader-kader PKI dimasa lampau. (ANT/PN). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY