Home Nasional Hukum Saksi Kunci Kasus Nazarudin Kembali Diperiksa KPK

Saksi Kunci Kasus Nazarudin Kembali Diperiksa KPK

0
SHARE

yulianis3POROSNEWS.COM – Setelah sekian lama tidak melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan pencucian uang pembelian saham penawaran umum saham perdana (Initial public ofering/IPO)PT Garuda Indonesia Tbk, KPK Kamis (3/7), memanggil satu saksi kunci perkara yang menjadikan M Nazaruddin sebagai tersangka.

Saksi itu adalah Yulianis, mantan Direktur Keuangan Permai Grup.

“Diperiksa untuk tersangka MN,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantor KPK.

Yulianis merupakan orang yang menguak bahwa mantan bosnya, Nazaruddin telah membeli saham perdana Garuda Indonesia senilai total Rp 300,8 miliar. Hal itu diungkap Yulianis ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta beberapa waktu lalu.

Saham tersebut dibeli melalui sejumlah perusahaan, yaitu PT Permai Raya Wisata membeli 30 juta lembar saham senilai Rp 22,7 miliar, PT Cakrawaja Abadi 50 juta lembar saham senilai Rp 37,5 miliar.

Sekanjutnya, PT Exartech Technology Utama sebanyak 150 juta lembar saham senilai Rp 124,1 miliar, PT Pacific Putra Metropolitan sebanyak 100 juta lembar saham senilai Rp 75 miliar dan PT Darmakusuma sebanyak Rp 55 juta lembar saham senilai Rp 41 miliar.

Nazaruddin diduga melakukan pencucian uang hasil korupsi proyek-proyek pemerintah. Nazaruddin melalui anak perusahaannya diketahui menggarap proyek di Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Agama dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

KPK menetapkan M Nazaruddin sebagai tersangka untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang pembelian saham PT Garuda Indonesia. Nazaruddin diduga mengalirkan uang hasil tindak pidana korupsi pembangunan wisma atlet untuk membeli saham Garuda.

KPK menyangkakan Nazaruddin dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, Nazaruddin juga dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Jo Pasal 6 Undang-Undang No. 8/2010 tentang tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 KUHP. (Pras/bst)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY