Home Nasional Hukum Eks Kepala BIN : Isu PKI Buat Jatuhkan Elektabilitas Jokowi

Eks Kepala BIN : Isu PKI Buat Jatuhkan Elektabilitas Jokowi

0
SHARE
Mantan Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn) AM, Hendropriyono
Mantan Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn) AM, Hendropriyono
Mantan Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn) AM, Hendropriyono

POROSNEWS.COM, JAKARTA — Menjelang dihelatnya pemilu presiden (pilpres) pada tanggal 9 Juli mendatang, tensi perpolitikan tanah air semakin memanas. Salah satu isu hangat yang sedang marak dibahas adalah hubungan capres Joko Widodo dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Mantan walikota Surakarta tersebut dituding mempunyai tautan geneologis dengan mantan aktivis PKI dimasa silam.

Menanggapi hal tersebut, mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) yang juga Ketua Tim sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Jenderal TNI (Purn) AM. Hendropriyono menyesalkan munculnya isu-isu tersebut. Terlebih tudingan Jokowi sebagai antek PKI disuarakan oleh capres asal koalisi merah putih, Prabowi Subianto.

“Pernyataan Prabowo tersebut adalah bagian dari skenario untuk menjatuhkan citra Jokowi dimata publik,” kata jenderal bintang 4 tersebut dalam keterangan pers, Kamis malam, 3 Juli 2014.

Lebih hanjut Hendro menjelaskan, selain untuk menjatuhkan citra Jokowi, isu tersebut juga untuk membenturkan rakyat dengan TNI AD.

“Bahkan, hal itu terkesan sebagai upaya membenturkan TNI dengan rakyat,” tegasnya.

Diketahui, Prabowo Subianto menemui pendukungnya di kota Purwokerto, Jawa Tengah, tepatnya di GOR Satria. Dalam orasinya, Prabowo mengungkapkan kalau saat ini ada kelompok-kelompok kekuatan yang ingin mengembalikan tumbuhnya komunisme di negara ini.

Karena itu mantan Danjen Kopassus itu mengimbau kepada massa pendukungnya agar jangan terprovokasi maupun melakukan pembalasan meski ada kelompok yang mencoba memprovokasi, termasuk misalnya dengan merobek-robek spanduk bergambar wajahnya. “Kalau ada kekuatan yang ingin menghidupkan komunisme kembali, mereka akan berhadapan dengan kekuatan rakyat,” kata Prabowo. (MAR/MER/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY