Home OLAHRAGA Hanya Andalkan Messi, Argentina dalam Bahaya

Hanya Andalkan Messi, Argentina dalam Bahaya

0
SHARE

Copa America Argentina Costa RicaPOROSNEWS.COM –  Menerima kemudian menjawab kritik dengan mengajukan argumentasi-argumentasi yang temu nalar, bukan argumentasi “semau gue”, justru memicu semangat bertanding pasukan Argentina di bawah asuhan pelatih Alejandro Sabella.

Kritik berkecamuk di atas langit Brasil dari sejumlah pengamat sepak bola dunia atas performa Argentina yang cenderung mengandalkan kepada satu figur yakni Lionel Messi. Tidak ingin lantas menutup mata atas kritik itu, bek Argentina Pablo Zabaleta menjawab bahwa kritik justru merupakan bagian dari taktik tim secara keseluruhan.

Argentina akan berhadapan dengan Belgia dalam pertandingan babak Perempat Final Piala Dunia 2014, yang digelar di Stadion Nacional, Brasilia, pada Sabtu, pukul 23.00 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan oleh stasiun televisi ANTeve dan TVOne.

Di mata Zabaleta, negaranya mengapungkan asa meraih gelar juara Piala Dunia 2014, salah satu taktik yang diterapkan, yakni memberi umpan-umpan matang kepada Messi agar dapat dikonversi menjadi gol.

Rentetan penjelasan yang terang benderang.Full-bek Manchester City itu ingin memberi penegasan bahwa Argentina bukan hanya Messi. Argentina perlu dilihat secara keseluruhan, karena sepak bola sejatinya mengerahkan kemampuan dan kerjasama tim, bukan keahlian perorangan.

Bagi Zabaletta, taktik atau strategi sebuah tim selama mengikuti turnamen bagaikan membangun sebuah gedung yang memerlukan kerjasama tim secara padu dan kesungguhan hati dalam bekerja dan bertanding.

Argumentasi Zabaleta jauh dari argumentasi “semau gue” yang kerapkali cenderung “hanya mau menang sendiri” tanpa menghiraukan kerja konkret dari personel tim.

Belgia, bukan lawan yang dapat dipandang sebelah mata. Penampilan skuad asuhan pelatih Marc Wilmots itu terus menunjukkan grafik makin menjulang. Belgia merupakan tim dengan karakter permainan yang menyerang dan kokoh dalam bertahan.

“Kami tahu dan paham bahwa ia (Messi) pemain utama kami, kapten kami, pemain terbaik di dunia,” kata Zabaleta yang kini telah berusia 29 tahun itu.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa tim kami mengandalkan Messi. Ini tidak dapat kami tutup-tutupi. Setiap saat kami menguasai bola, maka kami akan berusaha memberi umpan kepada dia, karena memang dia pemain terbaik yang kini kami miliki. Dan ia nyatanya mampu mencetak gol,” katanya.

Sementara Sabella menyatakan timnya bakal mendapat tekanan dari penonton Brasil. Brasil menganggap bahwa Argentina merupakan sosok yang jumawa.

Ia juga menyayangkan bahwa begitu banyak pendukung Argentina tidak memperoleh tiket di turnamen sepak bola empat tahunan ini. “Kami harus juga melawan kondisi seperti itu (ketiadaan tiket) di negeri ini. Mereka kini hanya dapat menyaksikan laga dari lua stadion. Saya berharap kami dapat memberi penghiburan kepada mereka, kepada 40 juta rakyat Argentina.”

Situasi batin umumnya penduduk Brasil, kurang begitu menyukai sepak terjang penduduk Argentina. Penduduk setempat menganggap orang-orang Argentina sebagai tetangga yang gaduh. Penduduk Brasil beranggapan bahwa sejarah sepak bola dunia adalah milik rakyat Brasil, bukan milik Argentina.

Rivalitas seperti inilah yang bakal menjalar dalam laga duel Argentina dengan Swedia. Kedua negara yang bakal beradu kuat itu masing-masing memiliki rekening sukses di Piala Dunia kali ini.

Penampilan istimewa Messi sejauh ini membuat Argentina mampu menundukkan Bosnia-Herzegovina, Iran, dan Nigeria di babak penyisihan Grup F dan menyingkirkan Swiss pada babak 16 besar.

Belgia juga terus membenahi diri. Skuad asuhan Wilmots itu meraih kemenangan dramtis ketika melawan Amerika Serikat dalam sebuah laga dramatis.

“Ini pertandingan yang besar bagi generasi ini,” kata salah satu pemain pilar Swedia, Eden Hazard. “Pertandingan ini demikian penting. Kami bertekad menorehkan sejarah. Saya berharap kami menang. Kami tahu bahwa mereka punya pemain terbaik di dunia, tetapi kami tidak takut. Kami bakal menang,” katanya menegaskan.

Pemain depan Chelsea itu mengapungkan optimisme bahwa tim yang terbaiklah yang bakal keluar sebagai pemenangan, meski Argentina diperkuat oleh Messi.

“Kami memang tidak difavoritkan keluar sebagai pemenang manakala melawan Argentina. Kami akan bertarung melawan tim yang hebat. Saya sama sekali tidak cemas dengan masa lampau,” kata Wilmots.

Data dan fakta: 

Head-to-head:
* Argentina meraih tiga kemenangan dari empat laga melawan Belgia.
* Dua pertemuan keduanya di ajang Piala Dunia, kedua timnas sama-sama pernah menang.
* Belgia menang 1-0 dalam pertandingan yang digelar di stadion Camp Nou di Piala Dunia 1982. Empat tahun kemudian, Argentina menang 2-0 di Estadio Azteca di Meksiko City,

Argentina:
* Argentina tersingkir di babak kuarter-final dalam tiga Piala Dunia. Mereka dikalahkan Jerman pada 2010 Belanda di tahun 1998.
* Rataan penguasaan bola mereka selama turnamen ini mencapai 64,3 persen. Capaian ini tertinggi sepanjang laga kuarter-final digelar.
* Argentina tidak terkalahkah dalam 25 laga terkahir, dengan ditopang penampilan Messi (18 kali menang, tujuh kali imbang).

Belgia:
* Ini kali kedua, Belgia mencapai babak kuarter-final di ajang Piala Dunia. Mereka mengalahkan Spanyol lewat drama adu penalti pada Piala Dunia 1986 setelah itu kedua tim bermain imbang 1-1 di Puebla.
* Belgia paling banyak melepaskan tendangan ke arah gawang lawan selama penyelenggaraan Piala Dunia kali ini, sebanyak 83 tendangan, termasuk tendangan yang dihalau penjaga gawang lawan).
* Gol yang diciptakan Swedia di Piala Dunia di Brasil ini justru diciptakan di atas menit ke-70.
* Belgia tidak terkalahkan dalam 21 pertandingan dengan dukungan penjaga gawang handal Thibaut Courtois.

Skema kekuatan tim:

* Rotasi pemain menjadi kunci masing-masing tim. Hanya saja Belgia punya sejumlah pemain pengganti yang relatif baik dibandingkan dengan Argentina.

* Lima dari enam gol yang dilesakkan kubu Belgia justru dihasilkan dari para pemain pengganti. Mereka akan sabar menanti sebuah kesempatan baik untuk melancarkan serangan balik yang cepat ke jantung pertahanan Argentina.

* Argentina bakal mendominasi dalam penguasaan bola, hanya saja mereka cenderung lamban turun ketika merespons serangan balik lawan.

* Belgia akan memanfaatkan daya gedor serangan dengan mengandalkan kecepatan dan kekuatan para pemain sayap untuk meneror pertahanan Argentina.

* Kekuatan lini belakng Belgia telah pulih. Thomas Vermaelen kabarnya bisa turun melawan Argentina. Bek tengah Arsenal ini absen dalam dua laga sebelumnya karena dibekap cedera otot pahan kanan.

* Kapten Vincent Kompany sudah pulih benar dari cedera pangkal paha.

* Penampilan penjaga gawang Courtois bakal menyulitkan asa barisan depan Argentina. Kiper Atletico Madrid ini sudah paham benar dengan corak permainan Messi (Barcelona).

Prakiraan susunan pemain:

* Belgia (4-3-3):
Thibaut Courtois (penjaga gawang), Tobi Alderweireld, Vincent Kompany, Daniel van Buyten, Jan Vertongen, Axel Witsel, Marouane Fellaini, Dries Mertens, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Kevin de Bruyne

Cadangan:
Vermaelen, Mirallas, Mignolet, Bossut, Defour, Origi, Lombaert, Dembele, Januzaj, Vanden Borre, Chadli, Ciman

* Argentina (4-3-3):
Sergio Romero (penjaga gawang), Pablo Zabaleta, Federico Fernandez, Ezequiel Garay, Jose Basanta, Fernando Gago, Javier Mascherano, Ezequiel Lavezzi, Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Angel Di Maria

Cadangan:
Campagnaro, Bigla, Perez, M Rodriguez, orion, A Fernandez, Demicheli, Rojo, Palacio, Aguero, Andujar, Alvarez

Pemain kunci kedua tim:

* Lionel Messi (Agentina):
Posisi:    Striker
Nomor punggung:    10

* Kevin De Bruyne (Belgia):
Posisi: Gelandang
Nomor punggung:    0

Enam laga terakhir:

Argentina:

1 Juli 2014  Argentina 1-0 Swiss
25 Juni 2014  Nigeria 2-3 Argentina
21 Juni 2014  Argentina 1-0 Iran
15 Juni 2014  Argentina 2-1 Bosnia-Herzegovina
7 Juni 2014  Argentina 2-0 Slovenia
4 Juni 2014  Argentina 3-0 Trinidad-Tobago

Belgia:
1  Juli 2014  Belgia 2-1 Amerika Serikat
26 Juni 2014  Korea Selatan 0-1 Belgia
22 Juni 2014  Belgia 1-0 Rusia
17 Juni 2014  Belgia 2-1 Aljazair
7 Juni 2014  Belgia 1-0 Tunisia
1 Juni 2014  Swedia 0-2 Belgia

 Prediksi hasil laga (Goal.com):

* Argentina 2-1 Belgia (21,8 persen)
* Argentina 1-2 Belgia (14,56 persen)
* Argentina 2-0 Belgia (10,85 persen)

Penjelasan singkat atas prediksi:
* Tim-tim asal Amerika Latin sedang berada dalam performa terbaiknya. Mereka kini punya kepercayaan diri tinggi, apalagi dengan mampu lolos ke perempat final Piala Dunia 2014.

* Belgia harus melewati babak perpanjangan waktu ketika mengalahkan Amerika Serikat. Hanya saja semangat mereka kian membuncah karena dapat lolos ke perempat final. Ini capaian sukses kali pertama sejak kali terakhir pada 1968.

* Penampilan Messi dan Angel Di Maria bakal membawa faktor pembeda bagi timnya. (Pras/ant)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY