Home Nasional Daerah Entaskan Kemiskinan Rakyat, PDIP dan PKC Sepakat Kerjasama

Entaskan Kemiskinan Rakyat, PDIP dan PKC Sepakat Kerjasama

0
SHARE
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Hubungan akrab Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Komunis China (PKC) sudah terjalin lama. Sebelum pemilu presiden pada tahun 2014, PKC sendiri pernah beberapa kali berkunjung ke Indonesia dan menyambangi Kantor partai politik berlambang Banteng Dengan Moncong Putih tersebut. Sebaliknya, PDIP sendiri beberapa kali mengutus kader partai untuk menimba ilmu ke PKC.

Dikutip dari portal media online terkemuka Vivanews.com, PKC sendiri pernah bertandang ke markas DPP PDIP di jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Senin tanggal 6 Juni 2011.Dipimpin oleh anggota Politbiro Li Yuanchao dan Dubes China untuk Indonesia, Zhang Qiyue, rombongan PKC disambut Ketua Umum PDI P Megawati Soekarno Putri dan sejumlah pengurus teras lainnya seperti Sekjen Tjahjo Kumolo, Rano Karno dan  sejumlah pengurus lain. Dalam pertemuan tersebut PKC mengajak kerjasama dengan PDIP, terutama dalam bidang mengentaskan kemiskinan.

“Maksud kedatangan mereka, pertama, menawarkan kerjasama antar kedua partai. Kedua, kerjasama institusi partai dalam meningkatkan sumber daya. Persahabatan ini akan mampu mempererat kerjasama antar negara,” kata Tjahjo Kumolo beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut anggota Komisi I DPR RI itu menegaskan, kerjasama antara PDIP dengan PKC dianggap penting, sebab sejak zaman Bung Karno, bangsa Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan Republik Rakyat China (RRC). Namun demikian hubungan kerjasama antara RI dan RRC meredup dan putus tatkala Presiden Soekarno jatuh dari tampuk kekuasaan. Dan kini kerjasama tersebut hendak dirajut kembali.

“Agar partai ini mampu secara terus menerus menjaga hubungan kedua negara yang dimulai saat Presiden Soekarno,” lanjutnya.

Kunjungan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan komunikasi antar calon pemimpin kedua partai di masa depan. “Misalnya, pertukaran kader partai, seminar bersama,” tutupnya.

Sementara itu, analis Politik Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Tatang Sumirat menilai kerjasama yang dibangun antara PDIP dengan PKC akan berdampak negatif. Sebab, di Indonesia sendiri Partai Komunis mempunyai rekam jejak buruk dan sudah dinyatakan sebagai partai terlarang.

“Jelas, akan berdampak buruk, karena sejarah PKI di Indonesia adalah sejarah kelam dimasa lampau,” kata Tatang saat dihubungi PorosNews.com secara terpisah.

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu sebuah syasiun televisi swasta ternama di tanah air, menyiarkan hubungan mesra antara PDIP dan PKC. Bahkan dalam siaran tersebut dijelaskan bahwa PDIP adalah sarang dan tempat berkumpulnya aktivis-aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI) dimasa lampau.

Akibat pemberitaan tersebut, kantor stasiun televisi swasta tersebut diserbu oleh puluhan massa PDIP. Bahkan kantor Biro di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disegel dan dicoret-coret oleh pendukung PDIP. Dan kantor pusat yang terletak di Pulu Gadung, Jakarta Timur di demo dan didukuki oleh puluhan kader dan simpatisan DPP PDIP. (VN/BAS/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY