Home Nasional Faizal Assegaf Sebut Jokowi Umroh Hanyalah Pencitraan

Faizal Assegaf Sebut Jokowi Umroh Hanyalah Pencitraan

0
SHARE

faisal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POROSNEWS.COM – Kisah perjalanan spiritual Jokowi sungguh berliku dan penuh misteri. Berliku lantaran identitas dan keyakinan agamanya disebut-sebut suka gonta-ganti, tergantung kebutuhan politik.

Sementara dianggap misteri, karena sebagai tokoh publik, status agama yang melekat pada pribadi Jokowi tidak jelas alias sebatas kepentingan simbolik saja.

Sebut saja, konon kabarnya Jokowi sebelumnya adalah seorang penganut aliran kepercayaan, kemudian disenyalir menjadi atheis, lalu dibabtis sebagai misionaris Katolik dan terakhir berganti jubah menjadi “muslim KTP” demi mempermulus ambisinya sebagai Capres Boneka.

Tentang isu buramnya keimanan dan keyakinan Jokowi menuai perhatian serius dari berbagai kalangan. Di mata kaum muslim, Jokowi dianggap munafik dan telah mempermainkan kesucian agama. Yakni, statusnya tidak jelas: Apakah murtad atau mualaf…?

Keraguan tentang hal itu juga menjadi perbincangan ramai di jaringan komunitas non muslim. Mereka menganggap Jokowi hanya memanfaatkan ketidakjelasan status agama sebagai cara untuk mengais keuntungan politik semata. Celakanya, perbuatan Jokowi tersebut dituding telah melakukan penistaan atas kesucian agama dan telah memicu prasangka SARA antar sesama ummat beragama.

Mungkin bagi Jokowi, perilaku kebohongan yang diperlihatkan adalah biasa-biasa saja, sembari berupaya mengkelabui rakyat dengan tujuan terselubung. Tegasnya, yang terpenting dapat mendulang keuntungan politis. Namun di mata publik, sikap Jokow tersebut sangatlah naif dan sungguh memprihatinkan.

Sebenarnya rakyat tidak mempersoalkan Jokowi menjadi penganut agama apa pun, yang penting Jokowi harus bersikap jujur dan tidak munafik. Apalagi menjadikan simbol-simbol agama sebagai tujuan politis, tentu saja hal itu mencerminkan bahwa Jokowi bukan pribadi yang religi.

Lebih ironinya, kontraversi identitas dan keyakinan agama Jokowi, tanpa disadari telah dimanfaatkan oleh media massa (kompas dan metro tv) pendukung utama kepentingan konglomerasi hitam sebagai isu untuk mengadu-domba kerukunan ummat bergama. Jelas hal itu sangat disayangkan. Bayangkan calon pemimpin nasional memiliki kepribadian ganda: Kemarin bergama ini, lalu besok berganti memeluk agama itu demi tujuan politis.

Ihwal sikap bergonta-ganti dan buramnya identitas agama Jokowi, telah menjadi modus politik yang sangat licik dan menyesatkan. Dan untuk mempermulus pencitraan busuk itu, Jokowi terpaksa melakukan umroh saat jelang hari pencoblosan. Tepatnya, “UMROH POLITIK” untuk menangkis persepsi publik yang sejak lama telah meragukan identitas ke-Islaman-Nya. (PN/voa-islam)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY