Home Nasional Hukum Saksi: Saya Diancam Nazaruddin Karena Menolak Fitnah Anas

Saksi: Saya Diancam Nazaruddin Karena Menolak Fitnah Anas

0
SHARE

POROSNEWS.COM – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kembali menjalani persidangan kasus proyek P3SON Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kuningan Jakarta, Senin (7/7). Persidangan kali ini mengagendakan pemeriksaan tujuh orang saksi, salah satunya adalah Clara Mauren Wakil Direktur Marketing Permai Group dan Direktur PT. Pasific Metropolitan.

Dalam kesaksiannya Clara mengungkapkan bahwa mobil Harrier yang didakwakan sebagai gratifikasi Hambalang kepada Anas bukanlah berasal dari PT. Adhi Karya dan Hambalang.

“Cek pembelian mobil Harrier berasal dari PT Pasific Metropolitan, bukan berasal dari Adhi Karya dan Hambalang”, ujar Clara.

Menurut Clara, berita yang menyebutkan bahwa mobil Harrier tersebut berasal dari Adhi Karya dan Hambalang adalah cerita bohong Nazaruddin.

“Saya diminta oleh Pak Nazar untuk bercerita bohong bahwa mobil Harrier tersebut berasal dari Adhi Karya dan Hambalang, karena itulah cara untuk ‘mengikat’ Anas,” ujar Clara.

Fakta persidangan ini semakin menguatkan bahwa KPK memaksakan dakwaan gratifikasi dikenakan kepada Anas.

Persidangan Anas sendiri ditunda hingga pukul tiga sore, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya, seperti Ignatius Mulyono, Joyo Winoto dan Saan Mustopa.

Saksi: Saya Diancam Nazaruddin 


Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kembali menjalani persidangan kasus proyek P3SON Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kuningan Jakarta, Senin (7/7). Persidangan kali ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Salah satunya saksi yang dihadirkan dalam persidangan kali ini adalah Clara Mauren Direktur PT. Pasific Metropolitan, perusahaan milik M Nazaruddin.

Dalam kesaksiannya dihadapan majelis hakim, Clara mengaku diancam Nazaruddin karena menolak bercerita bohong.

“Saya takut, karena saya diancam Nazaruddin. Saya salah satu pegawai Pak Nazar yang menolak untuk membuat cerita bohong,” ujar Clara.

“Jika kami diperiksa oleh KPK, kami selalu diam-diam agar pak Nazar tidak tahu. Karena Pak Nazar akan memegang BAP kami. Jika dalam BAP kami, kami tidak mengikuti permintaannya untuk membuat cerita bohong, kami akan diancam,” lanjut Clara.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Hakim kembali menegaskan pertanyaan kepada Clara, apakah permintaan Nazaruddin untuk membuat cerita-cerita tentang Anas, adalah cerita fakta atau cerita bohong.

“Cerita bohong, majelis hakim,” jawab Clara.

Sebelumnya, Clara mengatakan bahwa dirinya saat akan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK, dirinya dipanggil oleh Nazaruddin di rutan. Nazaruddin meminta Clara untuk mengatakan kepada penyidik KPK bahwa cek pembelian Harrier berasal dari Adhi Karya dan Hambalang, bukan dari PT. Pasific Metropolitan.  (PN/Egi)


Komentar Anda

LEAVE A REPLY