Home Nasional Buat Berita Fitnah, Politisi Gerindra Polisikan Tribunnews.com

Buat Berita Fitnah, Politisi Gerindra Polisikan Tribunnews.com

0
SHARE

fadli_zon_gerindra

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Politisi Partai Gerindra yang juga sekretaris Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta), Fadli Zon melaporkan portal media online terkemuka Tribunnews.com ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Melalui kuasa hukumnya, Mahendra Drata, portal media online terkemuka itu dipolisikan lantaran menyebar suatu berita yang berisi fitnah dan diduga kuat melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik ( UU ITE).

“Jadi, kami laporkan terkait berita fitnah itu tentang pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan sekarang sedang diproses,” kata kuasa hukum Tim Pemenangan Pilpres Prabowo-Hatta, Mahendra di Jakarta, Senin, 7 Juli 2014.

Lebih lanjut ia menjelaskan yang dimaksud dengan berita tendensius dan mengandung fitnah adalah pada saat Fadli Zon berkampanye di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dalam kampanye pilpres tersebut, Fadli dituding membagi-bagikan sejumlah uang kepada peserta kampanye.

Namun demikian berita tersebut, sudah lama diturunkan oleh Portal Tribunnews.com, dan Fadli sendiri juga sudah membantah bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Sayangnya berita tersebut kembali diturunkan dan terkesan ada pengulangan berita dan menyebabkan kesesatan informasi bagi pembaca.

“Yang perlu saya garis bawahi di sini adalah ternyata di dalam perkara ini berita sudah pernah dibantah, tetapi diulangi untuk diberitakan lagi. Artinya, ada unsur kesengajaan,” tegas Mahendra.

Mahendra menyebutkan pihak-pihak yang dilaporkan dalam perkara itu adalah orang-orang menjadi penanggung jawab dari pemberitaan tersebut. Adapun beberapa orang dari pihak Tribunnews.com yang dilaporkan ke Polri terkait pemberitaan itu, antara lain Board Editor Tribunnews Herman Daho, Editor Tribunnews Hasanudin Aco, dan wartawan Tribunnews Raka F Pujangga.

Nama-nama tersebut dilaporkan karena diduga telah melakukan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama serta dengan sengaja dan tanpa hak membuat berita bohong dan menyebarkan melalui media elektronik. Hal itu sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP juncto pasal 27 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami melaporkan korporasinya dan ada juga nama-nama editor dan penulisnya. Namun, kami lebih condong untuk melaporkan korporasinya,” tutup Mahendra. (WK/PN).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY