Home Nasional Dua Hari Jelang Pilpres, Panglima TNI Pimpin Apel Siaga Prajurit Kodam Jaya

Dua Hari Jelang Pilpres, Panglima TNI Pimpin Apel Siaga Prajurit Kodam Jaya

0
SHARE
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, Foto : Ist
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, Foto : Ist
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, Foto : Ist

POROSNEWS.COM, JAKARTA – Dua hari menjelang dilaksanakannya pemilu presiden (pilpres) pada tanggal 9 Juli mendatang, Panglima Tentara Nasional (TNI) Jenderal TNI Moeldoko memimpin apel siaga kesiapan pajurit di wilayah Kodam Jaya, DKI Jakarta.

Dalam apel siaga yang melibatkan 2.500 personel TNI dari Kodam Jaya, Kostrad, Kopassus, Marinir dan Paskhas, Panglima TNI kembali menegaskan sikap netral, profesional dan mengambil tindakan cepat dan tepat dalam menghadapi situasi lapangan pada saat dihelat pilpres pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang.

“Seluruh rakyat Indonesia mengharapkan kesiapan seluruh prajurit TNI agar tercipta kondisi stabilitas keamanan yang baik. Untuk itu, kehadiran prajurit sekalian sungguh-sungguh memberikan rasa aman yang nyata dan kendali operasi hanya satu komando yaitu ditangan Panglima TNI”, kata Moeldoko saat memberikan pengarahan dihadapan ribuan Prajurit, Senin, 7 Juli 2014.

Sementara itu, analis politik Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Tatang Sumirat menilai sudah selayaknya jika TNI dan Polri menggelar apel siaga dalam menghadapi pilpres. Apel siaga tersebut bukan hanya dalam rangka mengamankan pilpres semata, melainkan juga sebagai upaya antisipatif dari rumor akan terjadinya kerusuhan dalam pilpres.

“Iya dong, sebagai penanggungjawab keamanan, maka TNI dan Polri harus netral dan siap-siaga dengam segala kemungkinan yang terjadi, termasuk jika terjadi kericuhan saat pilpres berlangsung,” kata Tatang saat dihubungi PorosNews.com, secara terpisah.

Lebih lanjut Tatang menjelaskan, potensi terjadi huru-hara dalam pilpres bulan sekedar isapan jempol, sebab berbagai aksi kekacauan juga sudah terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah bentrokan antar pendukung pasangan capres-cawapres yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu. Kemudian adanya penembakan kader salah satu partai politik dikawasan Surakarta, Jawa Tengah yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Baginya, letupan-letupan tersebut jika tidak ditangani dan diantisipasi sejak dini, maka tidak mustahil bakal terjadi kekacauan dalam skala besar. Atas dasar itulah ia kembali mengingatkan kepada segenap aparat untuk bekerja maksimal dan juga kepada pendukung capres-cawapres agak dapat menahan diri dan tidak memancing diair keruh.

“Dan yang paling penting, Polri sebagai aparat keamanan harus melakukan deteksi dan pencegahan dini untuk mengantisipasi potensu terjadinya kerusuhan dalam pilpres,” tutup tatang, (PN/MARC).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY