Home Nasional Daerah KPK… Airin akan dilantik Jadi Ketua DPD Partai Golkar Tangsel..Apakabar Kasus Alkes?

KPK… Airin akan dilantik Jadi Ketua DPD Partai Golkar Tangsel..Apakabar Kasus Alkes?

0
SHARE

airinPOROSNEWS — Istri Chaeri Wardana alias Wawan, narapidana kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Airin Rachmi Diany akan dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu besok (20/9). Informasi pelatikan Wali Kota Tangerang Selatan itu disampaikan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan terpilih Muhammad Azis, lewat siaran pers yang diterima Jumat sore (19/9).

Menurut Azis, pelantikan ini dilakukan setelah Airin terpilih menggantikan Ketua DPD Golkar Tangerang Selatan sebelumnya, yaitu (almarhum) H Kanung pada musyawarah daerah luar biasa (mudaslub) 27 Agustus lalu. “Ibu Airin telah terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel secara aklamasi pada musdalub,” ujar Azis.

Terpilihnya Airin secara aklamasi, ungkap Azis, karena Airin sebagai wali kota mampu membawa perubahan lebih baik bagi masyarakat. “Ibu Airin mampu membawa perubahan Kota Tangsel ke arah lebih baik. Perkembangannya pun luar biasa,” ujar Azis.

Menurut dia, kepemimpinan Airin merupakan angin segar bagi Partai Golkar. Airin, tambahnya, adalah contoh pemimpin muda yang selaras dengan semangat perubahan dan perbaikan Golkar untuk masa depan. “Kami  bangga punya ketua DPD seperti Ibu Airin, yang merepresentasikan kepemimpinan generasi muda dengan kinerja baik. Ini sesuai semangat Partai Golkar untuk berubah dengan perbaikan secara kontinu,” ungkap Azis.

Airin sendiri pada Februari lalu pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dan korupsi yang membelit suami dan iparnya,  Atut Chosiyah. Jauh sebelum itu, November 2013, Wakil Ketua KPK M Busyro Muqoddas pernah mengindikasikan Airin Rachmi Diany bisa menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Busyro mengatakan, dugaan keterlibatan Airin tentu bergantung pada proses penyidikan. Termasuk menelusuri dan mendalami bukti-buktinya. Ketika proses penyidikan berkembang sampai ke sejumlah nama tertentu, KPK tidak akan takut sedikit pun untuk penetapannya sebagai tersangka. Karena, sekali lagi, basisnya adalah hukum pidana materiil. “Yang nama tertentu itu ada bukti-buktinya, why not?” tuturnya, 19 November lalu.

Namun, sampai Februari 2014, Busyro menyatakan tentang kemungkinan status Airin sebagai tersangka belum bisa disimpulkan. Karena, menurut dia, penyidikan kasus tersebut belumlah rampung. “Masih didalami dengan standard berbasis dua alat bukti yang kuat dan saling menguatkan,” tutur Busyro.

Sampai sekarang, ketika suami dan kakak iparnya telah divonis penjara dan menjadi narapidana, tak ada pernyataan apa-apa dari KPK terkait status Airin.

– See more at: http://asatunews.com/politik/2014/09/19/halo-kpk-airin-akan-jadi-ketua-dpd-golkar#sthash.okOeGONo.dpuf

Komentar Anda

LEAVE A REPLY