Home Nasional Tampang Jokowi Menipu, Pencitraan Paling “Goblok”

Tampang Jokowi Menipu, Pencitraan Paling “Goblok”

0
SHARE

POROSNEWS.COM – Wajah tanpa dosa alias watados layak disematkan kepada sosok Jokowi, presiden terpilih 2014-2019. Alasan paling mendasar dari ungkapan itu mengacu pada sikap dan tampang polos Jokowi saat tampil di muka umum. Salah satu keterangan yang didapatkan PorosNews mengenai hal itu misalnya terkait hadirnya Jokowi di tengah kerumunan orang saat kebakaran Pasar Senen pada  Jumat (25/4/2014) lalu.

Salah saksi mata menyebutkan bahwa saat kobaran api terus membesar, Jokowi datang menunggangi mobil pribadinya. Anehnya,  Jokowi tak  kunjung turun dari mobil dalam durasi yang cukup lama. Satu per satu para awak media berdatangan untuk meliput insiden tersebut. Baru setelah itu, Jokowi pun turun dari mobilnya lalu berjalan menghampiri kerumunan wartawan serta berjalan lugu menerobos pasar yang masih menyala.

:Itu beneran lho, saya lihat sendiri. Dia gak turun-turun dari mobil, diem aja. Pas wartawan pada dateng baru dia turun. Gila gak? Benar-benar pencitraan ini,”tandas salah seorang saksi mata kepada PorosNews, Jumat, (26/9).

Selain itu, cibiran para pedagang pun terdengar lantang melihat kelakuan munafik Jokowi saat melintasi garis polisi yang sudah terpasang.  Para pedagang yang sedang berusaha menyelamatkan barang dagangannya pun terlihat kewalahan akibat kedatangan Jokowi. Sebab, para polisi berusaha mengawal Jokowi agar tak ada warga mendekat.

Hal itu membuat cibiaran dari para pedagang. “Ah, pencitraan itu. Sudah tahu bahaya dan banyak asap, ngapain dia ke situ. Mau cari perhatian,” teriak salah seorang pedagang di lokasi, Jakarta, Jumat (25/4/2014) dikutipdari Liputan6.com.

Salah satu yang membuat mereka kesal karena Jokowi terlihat mau keluar dari lokasi kebakaran tapi kemudian kembali masuk ke dalam.

Salah seorang pedagang kue bernama Eman (24) menuturkan, api pertama kali diketahui oleh seorang ibu yang akan masuk ke dalam pasar untuk berbelanja. Ibu-ibu yang melihat pun langsung berteriak adanya kebakaran.

“Awalnya tidak ada yang tahu. Ada ibu-ibu yang mau masuk dia lihat ada asap tebal teriak kebakaran. Ternyata api sudah besar dekat tangga,” tutur Eman.

Pasar Senen diketahui merupakan gedung yang dibangun pada 1974 silam. Ketua Kasudin Damkar Jakarta Pusat Rahmat Kristianto mengungkapkan, tak ada sistem pengamanan darurat di bangunan itu. (Ibnu)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY