Home EKONOMI Bisnis Selama 45 Tahun Kompas Tidak ada yang Kritik, Inilah Kritikan kepada Kompas...

Selama 45 Tahun Kompas Tidak ada yang Kritik, Inilah Kritikan kepada Kompas (I)

0
SHARE

POROSNEWS — Kompas Gramedia, disingkat KG, adalah perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang media massa yang didirikan tanggal 28 Juni 1965 Oleh P.K. Ojong dan Jakob Oetama.
Pada tahun 1980-an perusahaan ini mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi.

Saat ini, KG memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.
Pada tahun 2005, perusahaan ini mempekerjakan sekitar 12.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Demikian hal ini semua diatas kami lansir dari laman http://id.wikipedia.org

Dalam tulisan ini kami melihat Kompas media yang sudah besar tanpa kritikan. Yang kami temukan menarik adalah seorang aktivis dari Progres 98 begitu keras mengkritik Kompas. Untuk itu kami tutrunkan tulisan dalam empat bagian selamat menyimak kami kutip dari timelinenya Faizal Assegaf tanpa kami ubah dan murni tulisannya:

MENGAPA FPI TAK BERDAYA MENGHADAPI AHOK…? INI ALASANNYA…!

Belakangan ini saya menyimak dari berbagai pemberitaan media massa seputar dinamika politik terkini yang terjadi di Jakarta. Salah satu fokus perhatian saya adalah menyangkut gagalnya berbagai ormas Islam dalam menghadapi Ahok dan jaringan pendukungnya. Hal itu membuat Ahok makin aragon dan nyaris tak tertandingi.

Sebut saja, kemarin siang (24/9) massa FPI dan beberapa Ormas Betawi menggelar aksi menolak Ahok untuk menjadi Gubernur. Aksi ini kebetulan saya nonton di salah satu stasion tv. Terlihat ribuan orang bersorban putih penuh kemarahan mendatangi DPRD DKI Jakarta. Sebuah pemandangan yang unik dan sekaligus memprihatinkan.

Lebih menyedihkan, aksi massa tersebut oleh media online Kompas dituding sebagai demonstran bayaran. Saya lantas berpikir, mengapa semua pihak yang bersebrangan dengan Ahok, Jokowi dan Megawati dituduh sebagai pembuat onar dan massa bayaran…?

Apakah si wartawan Kompas yang menulis berita menyesatkan tersebut tanpa sogokan dari Ahok…? Mengapa Kompas begitu membenci FPI dan sangat gencar membela Ahok untuk menjadi Gubernur…?

Sebenarnya, FPI memiliki basis massa yang hebat. Tapi secara organisasi, sangat lemah sehingga gerakan-gerakannya mudah dihancurkan oleh opini Kompas dengan berbagai isu yang penuh kebohongan. Bahkan bukan hanya FPI, sekelas Prabowo Subianto pun tak berdaya menghadapi kejahatan Kompas.

Bahasa sederhananya: Kompas adalah kepala gurita, sedangkan Ahok adalah salah satu tangannya. Kalau kepala guritanya di pangkas, maka tangan-tangan jahat seperti Ahok, Jokowi dan sebagainya musnah.

Dan sudah menjadi rahasia umum, Kompas bukan sekedar kantor berita, tapi keberadaannya merupakan perpanjangan dari kepentingan politik global (Vatikan) serta berkonspirasi dengan kejahatan konglomerat aseng. Tak heran kalau Kompas selalu berada di garis terdepan untuk membela boneka Aseng (Ahok, Jokowi dll). Hem Pengkhianat rakyat !

salam
Faizal Assegaf 
Ketua Progres 98

sebarkan…

(Bersambung……)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY