Home BUDAYA Selama 45 Tahun Kompas Tidak ada yang Kritik, Inilah Kritikan kepada Kompas...

Selama 45 Tahun Kompas Tidak ada yang Kritik, Inilah Kritikan kepada Kompas (III)

0
SHARE
Foto : Ist, Faizal Assegaf

images-4POROSNEWS — SETELAH GAGAL MENGHADANG PENGESAHAN UU PILKADA, KINI KONGLOMERAT ASENG dan KOMPAS UNJUK TARING…

Kalau tidak menipu publik, bukan namanya Kompas (Komando Pembela Aseng). Hanya berselang beberapa jam setelah DPR mengesahkan UU Pilkada, Kompas online melancarkan serangan kepada Koalisi Merah Putih (KMP) dan jutaan pendukungnya.

Kompas menulis judul berita: “UU Pilkada Jadi Tanda Bangkitnya Orde Baru Jilid II…”, isinya mengutip pernyataan Wanda Hamidah, yang sepenuhnya diduga adalah hasil olah opini si wartawan Kompas, Kistyarini. Begitulah cara Kompas menghasut rakyat.

Di sisi lain tudingan Kompas menyimpulkan UU Pilkada sebagai bentuk bangkitnya Ode Baru, sangatlah naif. Bukankah Kompas sendiri merupakan media yang menjadi besar lantaran bersekongkol dengan Orde Baru…? Maling teriak maling !

Perilaku kebohongan Kompas perlu dicermati sebagai ekspresi yang mewakili kepentingan konglomerat aseng. Kekuatan itu bergerak di balik Kompas dan hendak menyampaikan perlawanan kepada jutaan kaum pribumi di negeri ini.

Jaringan konglomerat aseng dan Kompas (Komando Pembela Aseng) menunjukan sikap gusar. kalah telak alias menyadari bahwa kepentingan busuknya mulai terancam. Lebih-lebih, KMP telah bertekat untuk mengevaluasi UU Perbankkan, UU Migas, serta UU lainnya, yang selama ini dianggap telah merugikan hak-hak hidup jutaan rakyat pribumi.

Tampaknya konflik terbuka antara rakyat pribumi dan jaringan konglomerat aseng mulai memanas. Apalagi, tersiar kabar bahwa konglomerat aseng mengancam melalukan penghancuran terhadap sektor strategis ekonomi dan keuangan nasional. Semakin terlihat jelas hal itu merupakan kejahatan yang tak boleh dibiarkan !

salam
Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

–Bersambung…..

Komentar Anda

LEAVE A REPLY