Home EKONOMI Freeport yang Istimewa dan Cengkraman Goliat di Timika (Bagian II)

Freeport yang Istimewa dan Cengkraman Goliat di Timika (Bagian II)

0
SHARE

MENESDM : Alasan Investasi Investasi Milyaran Dollar

POROSNEWS – Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, mengaku bahwa semua investor sangat paham akan makna dua hal yaitu:

 

Menanamkan investasi bernilai besar tentu saja memerlukan perencanaan yang panjang dan kepastian hukum. Karena itu rencana PT Freeport Indonesia (PT FI) yang akan menanamkan investasi yang bernilai milayaran dollar di underground miningnya memerlukan dua hal tersebut

freeport“Investasi milyaran dollar itu mesti direncanakan jauh-jauh hari, kalau orang baru mengajukan dua tahun sebelumnya ya repot, karena itu kita merevisi seluruh ketentuan supaya masuk akal dan saya kira semua yang berinvestasi pasti paham maknanya waktu itu,” ujar Sudirman usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI kemari, Senin (12/10).

Dan karena PT FI juga memerlukan kepastian hukum maka lanjut Sudirman, “Kita menulis surat yang berisi tiga hal yakni, satu, bahwa mereka masih punya hak sampai dengan 2021 maka dari itu teruskan kegiatan, yang kedua, kita jelaskan dalam rangka meraih investasi pemerintah sedang menata ulang undang-undang minerba dan seluruh peraturannya itu sudah di-endorse betul oleh komisi VII dan juga oleh Panja, kemudian nomor tiga, nanti begitu perundangan itu sudah ditata, mereka boleh mengajukan perpanjangan dan kita akan menjawab sesuai peraturan-peraturan yang berlaku.”

Jadi menurut Sudirman dengan dikirimkannya surat itu kita terbebas tarik menarik soal perpanjangan atau tidak perpanjangan, tapi sebaliknya kita menekan kepada Freeport untuk silahkan terus berinvestasi. “Investasi yang sedang kita butuhkan kan,” pungkas Sudirman.

Indonesia saat ini sedang berupaya semaksimal mungkin untuk menarik investasi, berbagai upaya dilakukan dari penyederhanaan izin hingga pemberian insentif dan keringanan pajak. “Jadi loginya adalah, investasi yang dari luar saja sedang kita undang, maka yang sudah ada kita suistan, karena itu kita mengatakan yuk kita menata jangka panjang,” ujar Sudirman.

Hal inilah yang membuat  Si Rajawali Kepret yang Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menuding Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melampaui kewenangannya jika melanjutkan perpanjangan kontrak dengan PT Freeport Indonesia. Menurut Rizal, Menteri ESDM baru bisa melakukan perpanjangan kontrak dengan Freeport setelah masa kontraknya berakhir pada 2021. “Jadi negosiasi kontraknya 2019. Menteri ESDM keblinger, seenak-enaknya,” ungkap Rizal setelah menyerahkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/10).

Ia mengaku heran dengan sikap Sudirman yang dianggap ingin mempercepat proses perpanjangan kontrak Freeport tersebut. Apalagi, royalti yang diberikan Freeport dianggap belum banyak menguntungkan pemerintah Indonesia. “Saya tidak ngerti dia begitu ngotot bela Freeport. Beliau dibayar rakyat, malah bela Freeport, bukan bangsa,” kata Rizal lagi.

Ia berpandangan, sekarang waktu tepat buat pemerintah merenegosiasi ulang keberadaan Freeport. Karena, sejak lama melakukan eksplorasi hasil emas dan tambang di kawasan Papua, PT Freeport hanya membayar 1% kepada Indonesia. Idealnya royalti didapat pemerintah Indonesia sebesar 6% sampai 7%.

Dampak dari eksplorasi Freeport pun membuat masyarakat di Papua hanya mendapat “penyakit” dari limbah Freeport. Sementara itu, limbah-limbah hasil eksplorasi Freeport yang bernilai ekonomis itu justru menguntungkan asing.

‪Ditegaskan Rizal, melalui renegosiasi ulang dengan Freeport, kesempatan Indonesia untuk mendapatkan hak kekayaan sumber daya alam akan terbuka lebar. “Saya berharap Bapak Presiden Jokowi dengan Nawacita-nya akan mengubah nasib bangsa. Kita tulis ulang sejarah, betul-betul bermanfaat buat kita. Jangan hanya ribut soal kewenangan,” tuturnya.

Kok sekelas menteri koordinator berharap tapi kini MenESDM tetap sama pendiriannya. Apakah Rajawali itu ini anggap ayam sayur? (BERSAMBUNG)

 Tambang Bawah Tanah “Kucing Hitam” Emas Semua.

 

Komentar Anda