Home Nasional Hukum Kader Partai Koalisi Indonesia Hebat Ada Lagi yang Berurusan dengan KPK

Kader Partai Koalisi Indonesia Hebat Ada Lagi yang Berurusan dengan KPK

0
SHARE

KIH2POROSNEWS – Setelah Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, yang merupakan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH, koalisi pendukung pemerintah), Patrice Rio Capella, dijadikan tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), KPK pada Selasa malam (20/10) malah menangkap tangan kader partai yang juga tergabung dalam KIH. Ada tujuh orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu. Satu di antaranya adalah adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Dewie Yasin Limpo (DYL). Dia adalah anggota Komisi VII DPR dari Partai Hanura, anggota KIH.

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Berliana Kartakusuma, memang benar DYL ditangkap. “Dewie yang ditangkap,” ungkap Berliana. Selain Dewie, yang juga ditangkap adalah BA, Ir, Ys, De, Ir, dan Se.

Nurdin Tampubolon, yang Ketua Fraksi Hanura di DPR sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Hanura, juga membenarkan penangkapan DYL. “Memang jelas dia ditangkap. Kasusnya apa saya belum tahu,” ujar Nurdin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Diungkapkan Nurdin, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sudah menginstruksikan kepada fraksi untuk mencari penyebab anggotanya tersebut ditangkap. Tapi, Nurdian sejauh ini belum berhasil mengontak DYL atau KPK. “Bagaimana kami mau manggil dia, kan sekarang sedang diamankan KPK? Tapi, kami jelas akan segera berkomunikasi dengan beliau,” tutur Nurdin.

Sementara itu, salah seorang pemimpin sementara KPK, Indriyanto Seno Adji, juga mengatakan memang ada penyidik KPK yang melakukan penangkapan di Jakarta pada Selasa malam. “Memang benar ada OTT yang melibatkan anggota DPR RI,” kata Indriyanto melalui pesan singkat. Tapi, ia tidak mau mengatakan, siapa saja yang dicokok tangkap dalam OTT tersebut.

Peristiwa ini seolah mengingatkan akan jargon “revolusi mental” yang digaungkan pemerintah dan biaya sosialisasinya bisa untuk membuat banyak perpustakaan itu. Juga mengingatkan akan ucapan pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Thalibien, Rembang-Jawa Tengah, yang juga dikenal sebagai penggiat budaya, KH A Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus. Dalam acara dialog kebangsaan bertajuk “Menjadi Orang Indonesia yang Beragama dan Berbudaya” di Semarang, 27 Agustus lalu, Gus Mus berkatan: “Banyak yang mengatakan revolusi mental. Lalu apa yang sudah kita lakukan? Mestinya kita harus merevolusi mental seperti apa? Kalau mau berubah, harus tahu dulu aslinya seperti apa.” (Ron/Ton/Pur/pribuminews.com)

Komentar Anda