Home OLAHRAGA El Ali dari Lebanon pun Akhirnya Tak Boleh Bermain di Piala Jenderal...

El Ali dari Lebanon pun Akhirnya Tak Boleh Bermain di Piala Jenderal Sudirman

0
SHARE

POROSNEWS – Setelah turnamen sepakbola Piala Kemerdekaan mendapat kecaman karena sebagian hadiahnya diambil dari APBN, Piala Jenderal Sudirman yang kini tengah berlangsung pun sempat berlumur noda. Masalahnya, turnamen sepakbola yang digelar oleh promotor Mahaka itu sempat meloloskan dan memainkan satu pemain yang telah kena sanksi seumur hidup oleh FIFA, Mahmoud El Ali asal Lebanon.

Mahmoud El Ali dihukum FIFA sejak 2013 karena terbukti terlibat dalam pengaturan skor, skandal match-fixing, pada kualifikasi Piala Dunia 2014 ketika memperkuat tim nasional Lebanon. Dia juga mendapatkan sanksi denda US$ 15 ribu. Itu sebabnya, El Ali yang ketika itu sedang memperkuat Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, harus angkat kopor dari Indonesia.

Namun, dalam turnamen yang melibatkan TNI pada tahun 2015 ini, Piala Sudirman, Mahmoud El Ali merumput di bawah bendera Persela Lamongan. Menurut pihak manajemen tim Persela Lamongan, pihak sudah tahu status yang disandang El Ali. “Sebenarnya kami sudah tahu bila El Ali terkena sanksi dari Federasi Sepakbola Lebanon dan FIFA, karena kasus pengaturan skor. Tapi kami butuh penyerang bagus sebagai pendamping [Bijahil] Chalwa, untuk membobol gawang lawan di PJS,” kata Arif Bachtiar, media officer Persela, sebagaimana dikutip dari goal.com Indonesia.

Arif berharap, keberadaan El Ali  di timnya jangan lagi dipermasalahkan. “Semua mestinya harus berpikir positif saja. Sepakbola Indonesia juga sudah disanksi FIFA karena pembekuan PSSI. Kalau mau diberi sanksi, mau disanksi yang mana lagi?” tutur Arif.

Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi, juga mengungkapkan hal senada. “Kami berani mengambil El Ali untuk turnamen ini karena PJS tidak melibatkan PSSI secara langsung. Karena, sanksi yang didapatkan Mahmoud dari FIFA, yang notabene masih induk dari PSSI,” kata Edy.

“Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh, lagipula sudah disahkan Mahaka dan sudah dimainkan di pertandingan ini (lawan Persib Bandung),” tutur Yunan.

Pelatih Persela, Didik Ludianto, juga enggan menanggapi terlalu jauh mengenai sanksi tersebut. Sebagai pelatih, dia hanya berpatokan pada masalah teknis saja. “Bagi saya, terpenting adalah seorang pemain sesuai dengan skema yang akan saya terapkan. Saya hanya menyarankan perekrutan pemain. Terakhir memang dia bermain di Abu Dhabi,” ucap Didik.

Chief Executive Officer Mahaka Sports and Entertainment, Hasani Abdulgani, awalnya juga berpandangan demikian. Menurut dia, berdasarkan hasil penelusuran dan diskusi yang dilakukan pihaknya, kesimpulan didapatkan bahwa turnamen yang digelar kali ini tak berada di dalam kalender FIFA, jadi keberadaan El Ali tidak ada masalah. “Regulasi yang kami buat pun lebih cenderung mengenai masalah disiplin pemain, kecuali kalau memang di liga yang masuk kalender PSSI yang merupakan anggota FIFA atau PT Liga Indonesia misalnya. Di regulasi kami pun tak terdapat soal itu,” ungkap Hasani.

Namun, kemudian, pihak Makaha Sports mencabut pengesahan dari El Ali. Keputusan ini didasari keputusan FIFA tersebut. “Kami sudah terima keputusan Mahaka soal Ali tanggal 17 November pagi via email,” kata Arief Bachtiar. Ia mengatakan, Persela menerima serta menghormati keputusan tersebut. “Kami sebagai peserta turnamen ini, pada dasarnya akan patuh dengan keputusan operator,” tuturnya

Dalam surat yang dikirim itu, tambahnya, dijelaskan bahwa keputusan tersebut tak akan mengubah hasil pertandingan antara Persib Bandung dengan Persela. Juga tak akan mengganggu status Persela sebagai peserta turnamen Piala Jenderal Sudirman. Dengan terdepaknya El Ali, maka Persela tinggal memiliku dua pemain asing, yakni Kim Dong Chan dan Kristian Adelmund. “Operator juga memberi toleransi bagi Persela untuk menambah satu pemain asing. Dengan ketentuan yang tidak berubah, yakni copy passport, visa kunjungan usaha atau kitas, serta release letter jika dia terdaftar dalam pengesahan salah satu tim QNB League 2015,” kata Arief. [Djun]

Komentar Anda