Home DUNIA #PapaDoyanNgutang Jadi Trending Topic Dunia

#PapaDoyanNgutang Jadi Trending Topic Dunia

0
SHARE

POROSNEWS – Di media sosial Twitter sempat populer hastag “papa minta saham’” terkait dugaan adanya permintaan  saham Freeport oleh Ketua DPR Setya Novanto, yang ditudingkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Bahkan, Presiden Joko sempat menyinggung hastag itu ketika membuka Konvensi Nasional Humas (KNH) 2015 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/11). “Ada trending topic, ‘Papa minta pulsa’ diganti jadi ‘Papa minta saham’,” ujar Joko.

Soal dugaan itu sendiri masih simpang siur dan sebenarnya terasa aneh, seolah Freeport itu perusahaan abal-abal atau perusahaan bodong, sebagaimana juga dikatakan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Katherine A Oendoen. Ia melihat ada yang aneh dari laporan Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan (MKD) DPR mengenai permintaan saham Ketua DPR Setya Novanto ke PT Freeport Indonesia (PT FI), dengan modus mencatut nama Presiden Joko dan Wapres Jusuf Kalla. Masalahnya, laporan Sudirman tersebut hanya berdasarkan bukti transkip dan rekaman yang didapatkannya dari pihak PT FI. “Dia kan tidak melihat langsung hanya berdasarkan laporan PT Freeport yang katanya ada rekaman. Rekaman itu siapa kan Sudirman juga tidak tahu kebenarannya. Kenapa dia bisa menerima begitu saja informasi bahwa ada politisi kuat minta saham kepada Freeport dengan janji bisa membantu perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia,” ujar Katherine di Gedung DPR, Jakarta, Selasa lalu (17/11).

Ia justru heran mengapa Menteri Sudirman berada di paling depan dalam kasus tersebut. “Kalau Freeport yang melaporkan kepada polisi masih masuk akal, mungkin Freeport merasa ada usaha pemerasan yang dilakukan seseorang. Itu harusnya menjadi masalah kriminal antara Freeport dan calon pemeras. Bukan urusan Kementerian ESDM. Nanti ada tukang becak ngancam minta saham Freeport, apa Sudirman Said akan lapor ke mahkamah kehormatan asosiasi tukang becak juga?” tutur Katherine.

Menteri Sudirman, tambahnya, mestinya lebih dulu memastikan nilai kebenaran transkrip dan rekaman dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Ia pun merasa ada keanehan ketika adanya kemungkinan permintaan saham hingga 49% oleh pihak pencatut nama Joko dan JK. “Apa mungkin pihak manajemen Freeport sudah gila, kok percaya perpanjangan kontrak yang terkait undang-undang bisa ditukar dengan saham. Apa mungkin saham perusahaan sekelas Freeport bisa ada saham bodong? Mestinya, Sudirman Said tahu aturan atau tata cara membeli saham. Di era Orde Baru saja tidak ada saham bodong untuk perusahaan sekelas Freeport. Jadi, perpanjangan kontrak itu urusan Freeport dengan DPR sebagai wakil rakyat, tapi kalau tukang catut minta saham, ya, itu urusan polisi,” kata Katherine.

Di Twitter kemudian muncul hastag baru, yang kali ini jelas ditujukan kepada Presiden Joko, yakni #PapaDoyanNgutang. Hastag ini sempat masuk dalam daftar trending topic dunia.

Sebagaimana diungkapkan ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati pada September lalu, rasio utang Indonesia memang sudah mengkhawatirkan. Dijelaskan Enny ketika itu, penambahan utang akan membuat risiko terhadap likuiditas membesar. Selain itu, devisa Indonesia bakal habis hanya untuk membayar cicilan dan bunga.

Menurut laporan Bank Indonesia yang dirilis Rabu kemarin, utang luar negeri Indonesia masih terbilang besar, yakni US$ 302,4 miliar. Selain itu, Bank Indonesia juga mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia pada triwulan III 2015 melambat dibandingkan triwulan II 2015 dari 6,2 persen (yoy) menjadi 2,7% (yoy). [Fer/Djun]

Komentar Anda