Home Nasional Hukum Sidang Perdana MKD, SS Bak Terdakwa?

Sidang Perdana MKD, SS Bak Terdakwa?

0
SHARE

POROS – Sidang perdana Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) perihal permintaan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto berlangsung hangat.

Sejak dimulai sekitar pukul 13.15 WIB, Rabu (2 Desember 2015), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, sebagai pengadu dicecar sejumlah pertanyaan dari para anggota MKD, yang sebagian dikabarkan berpihak kepada Setya Novanto.

Hampir semua anggota MKD, mencecar Sudirman selaku pengadu guna mengkonfirmasi kebenaran dari hasil laporannya ke MKD. A. Bakri dari Fraksi Partai Amanat Nasional, justru mempertanyakan agenda yang dimiliki Sudirman Said sehingga mengadukan kasus ini ke MKD pada 16 November lalu.

 

“Mengapa rekaman yang Anda berikan sepotong-sepotong? Kenapa dikirim bertahap? Dan baru sekarang, Rabu (2 Desember 2015) diberikan yang secara utuh?” kata Bakri.

Sudirman Said pun menjawab dirinya tidak memiliki agenda apa-apa. Dan hampir semua anggota MKD menyayangkan Sudirman yang katanya ingin memeberantas pemburu rente, yang hanya melaporkan Setya Novanto ke MKD, dan tidak memprosesnya ke ranah hukum. Jika memang Sudirman melihat ada ketidakwajaran yang dilakukan Setya Novanto selaku pejabat publik.

“Saya tidak bermaksud menunda, saya hanya merasa rekaman yang saya kirim adalah yang relevan dengan tugas-tugas saya sebagai Menteri ESDM. Ketika saya melihat ada kebutuhan dari MKD untuk mengetahuinya secara utuh, baru sekalian saya serahkan sekarang. Saya juga menegaskan bahwa apa yang saya lakukan ini bukan semacam masalah pribadi. Sebelum saya mengambil langkah mengadukan ini ke MKD, saya sudah terlebih dahulu berkonsultasi dengan banyak pihak dan sudah saya laporkan juga pada pimpinan saya (Presiden dan Wakil Presiden),” ucap Sudirman dalam sidang MKD, Rabu (2 Desember 2015).

Sudirman pun menjelaskan, dirinya tidak tahu apakah tindakannya ini juga melanggar kode etik. Yang pasti, dia tidak punya kompetensi menyimpulkan apakah ini melanggar hukum atau tidak. Dan tidak menutup kemungkinan, setelah mendapatkan desakan dari anggota MKD, Sudirman akan meneruskannya ke ranah hukum.

“Apa yang saya lakukan ini tidak akan berhenti sampai disini, ada kemungkinan masalah ini akan saya lanjutkan ke dalam proses hukum,” ujar Sudirman.

Pada sidang MKD yang pertama tersebut memang disepakati menjadi sidang terbuka meskipun ditentang sebagian anggota MKD. Dalam sidang tersebut, Sudirman memberikan transkrip rekaman kepada MKD. Selain itu, rekaman lengkap juga dibawa serta oleh Sudirman.

 

Sidang MKD tersebut rupanya juga tak luput dari perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Juru bicara Wakil Presiden, Husain Abdulah, mengisahkan saking penasarannya, Kalla menyempatkan diri nonton sidang MKD di tengah kesibukan di kantornya. Husain juga mengisahkan sembari nonton, Kalla tersenyum ketika ada anggota MKD yang interupsi dalam pelaksanaan sidang.

“Nonton, tadi juga sempat mencatat saat nonton. Ya tersenyum-senyum saja. Cuma saya tidak memperhatikan apa yang dia catat. Saya tidak ingin menggangu karena kan sedang nonton,” kata Husain, di kantornya, Rabu, (2 Desember 2015).

Menurut Husain, Kalla begitu antusias ketika menonton. “Dia ikuti saja karena sebagian besar sudah dilaporkan oleh Sudirman Said. Yang baru kan pertanyaan dari anggota MKD itu.” (Armin)

Komentar Anda