Home Uncategorized Relawan Jokowi Sebut Ikrar Peneliti yang Koruptif Logikanya

Relawan Jokowi Sebut Ikrar Peneliti yang Koruptif Logikanya

0
SHARE

POROS – Pernyataan peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti terkait dengan penggantian menteri Kabinet Kerja tanpa alasan yang kuat patut disesalkan.

Dalam pemberitaan media tanggal 6 Januari 2016, Ikrar meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengganti Menteri Yuddy Chrisnandi, Puan Maharani dan Rizal Ramli.

“Kenapa dia tidak menyebut Sudirman Said yang harus diganti? Karena jelas-jelas menimbulkan polemik terkait surat perpanjangan kontrak Freeport yang diduga pasti melanggar undang-undang,” ujar Relawan Jokowi Wilayah Jawa Tengah, Mokhamad Khabib dalam keterangan tertulis, Jumat (8/01/2016).

Demikian juga, lanjut Khabib, nama Rini Sumarmo terkait skandal Pelindo II, atau sekalian wapres Jusuf Kalla yang Secara etika politik sudah pantas didesak juga untuk mundur, karena terkait pertemuan keluarganya dengan big bos Freeport yang diduga kuat akibat faktor pengaruh kekuasaan JK, sehingga Big Bos Freeport itu mau menemui keluarga JK.

“Pertanyaan-pertanyaan tersebut mestinya yang perlu diperdalam Ikrar sebelum dia berkomentar di media masa. Kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak disinggung oleh Ikrar, justru kami yang gantian mempertanyakan Ikrar selaku peneliti LIPI,” tegas Khabib.

Khabib berpendapat, motif Ikrar berkomentar tidak fair dan tidak objektif, sehingga patut diduga ada yang tidak beres dan koruptif dalam logika berfikir Ikrar Nusa Bhakti sebagai seorang peneliti.

“Apakah LIPI butuh peneliti kayak dia, yang tidak fair dalam mengexsplorasi logikanya itu? Ataukah bangsa ini butuh peneliti yang koruptif logikanya? Ini kan sangat berbahaya!” tegas Khabib.

Semestinya, lanjut Khabib, seorang peneliti itu objektif dan fair dalam berkomentar ke publik, bukan logika yang dikoruptif diri sendiri lalu disampaikan ke publik demi membentuk opini dan politisasi.

“Ini jelas komentar yang tidak sehat!” kata Khabib.

Khabib juga mencurigai bahwa komentar Ikrar tersebut hanya bagian dari kelompok Sudirman Said yang selalu bikin opini, politisasi dan kegaduhan yang jauh dari manfaat kerakyatan Walaupun itu menggadaikan integritasnya sendiri.

“Sebagaimana penilaian pak masinton, anggota komisi III DPR waktu itu ke Ikrar Nusa Bakti dan teman-temannya yang telah latah menggadaikan integritasnya demi membela RJ. Lino soal skandal Pelindo II kemarin,” pungkas Khabib.(PS/RN)

Komentar Anda