Home Nasional Benarkan Adian Khianati PDIP dan Jadi Kacung Investor?

Benarkan Adian Khianati PDIP dan Jadi Kacung Investor?

0
SHARE
Adian Napitupulu Politikus PDIP (Foto/Screenshoot Youtube)

POROS, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu kembali membuat geger publik tanah air. Kali ini mantan aktivis pergerakan 1998 mengatakan bahwa izin Reklamasi Teluk Benoa di Bali sudah tuntas.

Dalam sebuah simposium nasional yang dihelat di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali pada Selasa 2 Februari 2016 Adian memastikan bahwa pemerintah sudah memberikan izin Reklamasi di Tanjung Benoa. Bukan hanya itu ia juga menegaskan bahwa Komisi VII mengaku tidak masalah dengan proyek reklamasi Tanjung Benoa.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah aktivis pergerakan 1998 menuding komentar yang disampaikan Adian tidak tepat. Ridwan Darmawan salah seorang aktivis 1998 yang kini menjadi advokat publik secara gamblang menuding Adian Napitupulu tidak taat ideologi PDIP.

“Saya sendiri menganggap bahwa komentar Adian menunjukkan bahwa sejatinya ia sedang tidak taat asas dan Ideologi partai wong cilik itu,” kata Ridwan beberapa waktu silam melalui keterangan resminya kepada redaksi.

Ridwan yang juga salah satu aktivis Forkot UIN melanjutkan Adian dikatakan menyimpang dari ideolgi PDIP karena belum lama ini PDIP lewat Rakernasnya memberikan rekomendasi untuk menata pembangunan nasional dengan keinginan kembali menghidupkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Proyek Reklamasi Teluk Benoa sendiri sambung Ridwan adalah salah satu contoh nyata bahwa pembangunan nasional yang masih menuai pertentangan keras. Betapa tidak, dalam Reklamasi Teluk Benoa di sepanjang pesisir pantai Tanjung Benoa bisa diubah sesuai dengan kehendak investor.

“Ini contoh nyata dari keresahan mengapa PDI Perjuangan ingin kembali menjadikan GBHN sebagai arah pembangunan bangsa. Nah kalau kemudian Adian yang notabene adalah kader PDI Perjuangan justru mengamini kerancuan setan sesat tindak para pengambil kebijakan yang lalu dengan justru memuluskan proyek Reklamasi, saya kira dia kader yg tidak taat asas dan Ideologi partai wong cilik dan pewaris Ideologi Bung Karno,” cetus Ridwan.

Di sudut lain kecaman juga mengemuka dari aktivis 1998 lain, Agung Wibowo. Menurut Agung pernyataan Adian yang mengatakan bahwa izin Reklamasi Tanjung Benoa sudah tuntas sama saja melukai hati masyarakat Bali.

Dikatakan melukai perasaan rakyat Bali karena rencana reklamasi di kawasan Teluk Benoa hingga kini masih mendapat penolakan dari 12 Desa Adat di lokasi tersebut. Bukan hanya itu izin Amdal dari PT TWBI juga masih dipertanyakan.

“Pernyataan Adian memunculkan keresahan di masyarakat. Ini akan terjadi satu protes yang luar biasa, desa adat bisa ambil tindakan,”kata Agung.

Bukan hanya dianggap meresahkan publik di Bali, bahkan Agung mencurigai kuat bahwa Adian telah menerima sesuatu dari PT. TWBI sehingga berusaha kuat memuluskan proyek reklamasi Teluk Benoa tersebut.

“Kalau belum ada izin, berarti Adian bohong pada publik. Dan, patut diduga Adian sudah terima uang,” demikian Agung.

Untuk diketahui sebanyak 12 Desa Adat yang menolak pembangunan Reklamasi Teluk Benoa adalah sebagai berikut; Desa Adat Jimbaran, Desa Adat Bualu, Desa Adat Kelan, Desa Adat Kedonganan, Desa Adat Seminyak, Desa Adat Kerobokan, Desa Adat Kuta, di kabupaten Badung dan Desa Adat Sesetan, Desa Adat Kepaon, dan Desa Adat Pemogan Kota Denpasar. (Ttg)

Komentar Anda